Kami sudah memberikan pengumuman larangan mendekat ke kawah Bromo, sehingga wisatawan hanya diperbolehkan mengunjugi lautan pasir berbisik, padang savana dan bukit teletubis,
Probolinggo (Antara Jatim) - Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melarang wisatawan domestik dan mancanegara untuk mendekat ke kawah Gunung Bromo seiring dengan masih belum stabilnya aktivitas vulkanik gunung yang yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut itu.
"Kami sudah memberikan pengumuman larangan mendekat ke kawah Bromo, sehingga wisatawan hanya diperbolehkan mengunjugi lautan pasir berbisik, padang savana dan bukit teletubis," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kenedie saat dihubungi dari Probolinggo, Sabtu.
Sehubungan dengan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Pos Pengamatan Gunung Bromo di Probolinggo, maka pengunjung atau wisatawan dilarang mendekat ke kawah gunung yang memiliki keindahan "sunrise" yang eksotis tersebut karena dikhawatirkan adanya material yang terlontar keluar.
"Kami menerima pemberitahuan dari PVMBG terkait dengan frekuensi kegempaan Gunung Bromo yang meningkat, namun statusnya masih waspada atau level 2, sehingga pengunjung dilarang mendekat dalam radius 1 kilometer dari kawah," tuturnya.
Menurutnya, TNBTS sudah membuat pengumuman larangan wisatawan untuk ke pura hingga kawah Bromo yang diberlakukan sejak 7 April 2016 hingga batas waktu yang tidak ditentukan karena berkaitan dengan aktivitas gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Malang, dan Pasuruan.
"Pihak TNBTS terus melakukan koordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Api Bromo di Probolinggo terkait dengan aktivitas vulkanik Gunung Bromo," katanya.
Gunung Bromo yang menjadi destinasi wisata andalan di Jatim tersebut dibuka kembali secara resmi sejak 12 Maret 2016, setelah hampir tiga bulan ditutup akibat erupsi Gunung Bromo dan statusnya yang naik menjadi siaga.
Aktivitas Gunung Bromo yang terpantau di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo pada 16 April 2016 tercatat secara visual cuaca cerah hingga mendung, angin tenang, suhu udara 12-17 derajat celcius, hujan gerimis-sedang, asap kawah teramati putih kelabu kecoklatan tipis hingga tebal, tekanan lemah-kuat.
"Tinggi asap sekitar 600 - 900 meter dari puncak ke arah selatan hingga barat laut, kemudian terdengar suara gemuruh lemah-kuat dari kawah, teramati sinar api dari kawah, dan terdengar dentuman," kata Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG, Hendra Gunawan.
Secara seismik pada 15 April 2016 tercatat gempa tremor Gunung Bromo amplitudo maksimum 0,5-17 milimeter, namun dominan 2 milimeter. Gempa vulkanik dalam sebanyak delapan kali, dan 33 kali embusan yang kesimpulannya status Gunung Bromo waspada, sehingga rekomendasinya masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Bromo.*
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.