Kenaikan harga bawang merah tersebut dipicu karena pasokan bumbu dapur itu berkurang dari sejumlah daerah sentra penghasil bawang merah seperti Kabupaten Probolinggo, Situbondo, dan Bima
Jember (Antara Jatim) - Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih tinggi di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram karena pasokan komoditas di kabupaten tersebut terbatas.

Seorang pedagang bawang merah di Pasar Tanjung Jember, Ahmad, Sabtu, mengatakan harga bawang merah masih fluktuatif dan cenderung tinggi di pasaran, sehingga banyak pedagang yang mengurangi pembelian dari petani.

"Kenaikan harga bawang merah tersebut dipicu karena pasokan bumbu dapur itu berkurang dari sejumlah daerah sentra penghasil bawang merah seperti Kabupaten Probolinggo, Situbondo, dan Bima," tuturnya di Jember.

Menurut dia, harga bawang merah sudah merangkak naik sejak Januari 2016 dan hingga awal April harga tersebut fluktuatif dan tidak kunjung turun karena masih belum panennya bawang merah di sejumlah sentra penghasil komoditas tersebut.

"Stok bawang merah di tingkat petani Probolinggo menipis, sedangkan permintaan akan bawang merah di Jember meningkat karena banyaknya hajatan yang digelar masyarakat, sehingga menyebabkan harga bawang merah melambung tinggi," katanya.

Ia mengatakan harga bawang merah di Pasar Tanjung Jember biasanya berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram, namun selama beberapa pekan terakhir berkisar Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram, bahkan pernah menembus angka Rp65.000 per kilogram.

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang bawang merah lainnya di Pasar Kepatihan, Bambang yang mengurangi pembelian bawang merah kepada petani karena harganya mahal dan pembeli juga mengurangi pembelian bumbu dapur itu.

"Kami menjual sisa stok yang ada karena harga bawang merah di tingkat petani sudah naik. Kalau menyimpan bawang merah terlalu lama maka risikonya mudah busuk, sehingga saya menjual stok yang tersisa saja," katanya.

Pantauan di Pasar Tanjung Jember, harga bawang putih juga masih tinggi di kisaran harga Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sedangkan harga cabai rawit sudah mulai menurun dari Rp50.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.

Sedangkan untuk bahan pokok berupa beras harganya masih stabil dan cenderung menurun yakni beras Bengawan sebesar Rp10.000 per kilogram, beras Mentik Rp11.000 per kilogram, dan beras IR 64 sebesar Rp9.500 per kilogram. (*)


Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026