Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Jumat pagi bergerak menguat sedangkan  Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)  dibuka naik sebesar 10,29 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Jumat pagi bergerak menguat sebesar 20 poin menjadi Rp13.027 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.047 per dolar AS.

"Bank Indonesia yang kembali memangkas suku bunga acuan (BI rate) menjadi salah satu pendorong bagi mata uang rupiah kembali bergerak di area positif," ujar Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Jumat.

Bank Indonesia (BI) untuk ketiga kalinya pada tahun 2016 ini memangkas BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,75 persen, dari sebelumnya sebesar 7 persen pada Rapat Dewan Gubernur BI pada 16-17 Maret 2016.

Menurut dia, kebijakan Bank Indonesia itu menandakan proses pemulihan ekonomi domestik seiring dengan laju inflasi yang pada tahun ini diproyeksikan cukup terkendali, dan indikasi dari meredanya gejolak pasar keuangan global.

"Sentimen fluktuasi rupiah saat ini perlahan mulai bergerser ke dalam negeri, fundamental ekonomi domestik akan lebih menjadi perhatian investor pasar uang sehingga diharapkan optimisme perbaikan ekonomi dapat tetap terjaga," katanya.

Ia menambahkan bahwa paket-paket kebijakan ekonomi pemerintah yang telah dikeluarkan diharapkan juga dapat segera diimplementasikan sehingga dampaknya dapat semakin terasa bagi perekonomian nasional.

"Pemerintah saat ini berusaha menggeser pendorong ekonomi dari yang berbasis komoditas ke peningkatan konsumsi domestik dan investasi melalui perbaikan infrastruktur," ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan bahwa naiknya harga minyak mentah dunia berdampak ke komoditas lainnya sehingga menambah sentimen positif bagi mata uang rupiah.

Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Jumat (18/3) pagi ini, berada di level 40,24 dolar AS per barel, naik 0,10 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 41,56 dolar AS per barel, menguat 0,05 persen.

"Rupiah berpotensi kembali menguat dipicu naiknya minyak mentah dunia serta dipangkasnya BI rate yang berpotensi memperbaiki prospek pertumbuhan di 2016," katanya.



IHSG

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka naik sebesar 10,29 poin menanggapi kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga.

IHSG BEI dibuka naik 10,29 poin atau 0,21 persen menjadi 4.895,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 3,20 poin (0,40 persen) menjadi 857,45.

"Kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga, dan juga langkah dari Bank Indonesia menurunkan suku bunga (BI rate) menjadi sentimen positif bagi IHSG BEI," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Jumat.

Satrio Utomo menambahkan bahwa sentimen dari The Fed membuat dolar AS melemah dan mendorong harga minyak mentah mentah dunia bergerak naik level psikologis di 40 dolar AS per barrel, dan berdampak positif juga ke bursa saham di kawasan Asia.

"Sentimen positif dari bursa eksternal itu, turut mendorong IHSG bergerak naik untuk menguji level psikologis ke 4.900 poin. Meskipun demikian, pemodal sebaiknya tetap waspada dan melakukan aksi aksi ambil untung jika terdapat sinyal negatif," kata Satrio.

Sementara itu,Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa salah satu faktor yang juga mendorong penguatan indeks BEI yakni ditunjang oleh sentimen individual emiten, seperti kinerja keuangan dan rencana bisnis.

Kendati demikian, Nico Omer mengatakan bahwa faktor teknikal membayangi sentimen itu sehingga saham-saham di dalam negeri rawan bergerak melemah mengingat sebagian harga saham sudah masuk dalam area jenuh beli.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng naik 88,52 poin (0,43 persen) ke level 20.592,33, dan indeks Nikkei melemah 268,38 poin (1,58 persen) ke level 16.668,00, Straits Times menguat 13,20 poin (0,40 persen) ke posisi 2.892,06.
(*)

Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026