Di pusat pelayanan kesehatan terbesar di Banyuwangi, Jawa Timur, itu Wabup yang didampingi Direktur RSUD Blambangan dr Taufiq langsung menuju lokasi yang menjadi jujugan awal pasien, yakni loket pelayanan.
Setelah dari loket, Wabup langsung menuju apotek dan pelayanan cuci darah. Saat di tempat cuci darah, Wabup Yusuf meminta RSUD Blambangan mengembangkan bank darah.
Yusuf yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi tersebut menilai keberadaan bank darah sebagai sesuatu yang penting bagi RSUD Blambangan.
"Dengan adanya bank darah ini, nantinya, rumah sakit tidak tergantung lagi dengan PMI sehingga bisa memberikan pelayanan lebih baik," katanya.
Pada kesempatan itu Wabup Banyuwangi juga menyempatkan melihat perkembangan pembangunan gedung pelayanan untuk VVIP di RSUD Blambangan.
Untuk memastikan pelayanan RSUD, Wabup menanyakan langsung bagaimana pasien dilayani di rumah sakit itu. Saat ditanya mereka mengaku telah mendapat pelayanan yang baik.
"Masyarakat sebagian besar telah merasa terlayani dengan baik," ujar Yusuf.
Sementara itu, dr Taufiq menjelaskan RSUD Blambangan terus meningkatkan kualitas dan menambah sejumlah pelayanan, seperti pusat penangan penyakit stroke yang akan beroperasi pada tahun 2016 ini. Direncanakan tahun depan, RSUD Blambangan juga akan membuka pelayanan penyakit jantung.
"Awal tahun depan, dokter kami yang sedang menjalani pendidikan di Singapura sudah selesai. Sehingga pelayanan penyakit jantung bisa ditangani di RSUD Blambangan ini," katanya. (*)
Pewarta: Masuki M. AstroEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.