Total 54 ribu petugas di Jatim itu hanyalah seperenam dari total jumlah petugas BPS Nasional, namun tata cara sensus yang dilakukan hampir sama
Surabaya, (Antara Jatim) - Badan Pusat Statistik Jawa Timur melibatkan sebanyak 54 ribu petugas untuk melakukan sensus ekonomi  pada Mei 2016 sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono di Surabaya, Selasa, mengatakan puluhan petugas itu akan menjalani pelatihan terlebih dahulu pada Maret 2016, dengan materi mengenai standar atau ukuran potensi ekonomi di Jatim.

"Total 54 ribu petugas di Jatim itu hanyalah seperenam dari total jumlah petugas BPS Nasional, namun tata cara sensus yang dilakukan hampir sama," katanya.

Ia mengatakan, tidak semua wilayah di Jatim akan di sensus secara merata, melainkan hanya menggunakan contoh atau "sample" dari beberapa titik wilayah.

"Kalau di Surabaya yang memiliki potensi ekonomi tinggi akan dilakukan sensus secara merata, dengan mendatangi satu per satu orang ke rumah, dan melakukan wawancana langsung," ucapnya.

Ia menjelaskan, pada saat pelaksanan sensus ekonomi, BPS akan mendata seluruh kegiatan usaha yang ada, mulai dari usaha berskala mikro, kecil, menengah sampai yang berskala besar.

"Undang-undang telah memberi amanah bahwa Indonesia harus melaksanakan Sensus Ekonomi oleh BPS setiap 10 tahun sekali pada setiap tahun yang berakhiran enam," katanya.

Sebelumnya, rencana kegiatan sensus ekonomi 2016 dilaksanakan secara bertahap, mulai dari kegiatan perencanaan dan persiapan yang telah dilakukan sejak tahun 2014.

Kemudian, dilakukan pendataan lengkap pada tahun 2016, hingga penyajian dan diseminasi hasil yang akan dilakukan pada tahun 2018.

Tujuannya, untuk memperkuat data dan validitasi perekonomian, populasi usaha, dan mengetahui kekuatan dunia usaha Indonesia, serta kekuatan ekonomi semua provinsi dan kabupaten/kota.

"Sensus ekonomi juga bermanfaat memberikan potret terkini yang komprehensif terkait capaian kemajuan pembangunan ekonomi di Indonesia ditingkat provinsi dan kabupaten/kota," katanya.(*)

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026