Sidoarjo, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memberikan bantuan berupa uang tunai kepada korban bencana alam puting beliung di Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, guna meringankan beban.mereka.
Penjabat Bupati Sidoarjo, Jonathan Judianto, Kamis, mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban korban puting beliung yang ada di Wonoayu Sidoarjo.
"Bantuan uang tunai yang diberikan kepada korban puting beliung ini diharapkan bisa menjadi penolong mereka di saat terkena musibah," katanya usai memberikan bantuan di Desa Plaosan, Sidoarjo.
Ia mengemukakan, untuk bantuan yang diberikan ini jumlahnya bervariasi tergantung dari kerusakan rumah yang dialami akibat terjangan angin puting beliug.
"Untuk yang mengalami kerusakan parah, bantuan yang diberikan sebanyak Rp20 juta, kerusakan sedang sebanyak Rp10 juta dan untuk kerusakan ringan bantuan yang diberikan sebanyak Rp5 juta," katanya.
Total bantuan yang diberikan tersebut sekitar Rp518 juta rupiah yang diberikan kepada pemilik rumah yang ada di Kabupaten Sidoarjo yang mengalami musibah bencana angin puting beliung.
"Untuk pemberiannya sendiri diakomodir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo untuk diberikan kepada masaing-masing warga yang mengalami musibah tersebut," katanya.
Sementara itu, Nur Khodim warga Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah mengaku bersyukur dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ini.
"Kami sangat bersyukur dengan bantuan ini semoga bisa bermanfaat dengan baik," katanya.
Sebelumnya, sejumlah rumah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung pada awal pekan ini.
Akibatnya, sejumlah atap rumah milik warga di sejumlah desa di Kecamatan Wonoayu Sidoarjo mengalami kerusakan parah akibat diterjang puting beliung tersebut.(*)
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.