"Semua usaha di Kediri kami data, baik informal, formal, termasuk misalnya pedagang bakso, bahkan Online Shopping,"Kediri (Antara Jatim) - Badan Statistik Nasional (BPS) memasukkan belanja daring atau "Online Shopping" dalam sensus ekonomi yang rencananya akan dimulai pada Mei 2016.
"Semua usaha di Kediri kami data, baik informal, formal, termasuk misalnya pedagang bakso, bahkan Online Shopping," kata Kepala BPS Kota Kediri Firda di Kediri, Kamis.
Ia mengatakan, BPS memang secara nasional akan melakukan sensus ekonomi. Kegiatan ini dilakukan setiap 10 tahun sekali. Sensus terakhir dilakukan pada 2006, sehingga sensus ke depan akan dilakukan pada 2016.
Walaupun sensus secara nasional dilakukan setiap 10 tahun sekali, Firda mengatakan BPS Kediri juga rutin setiap tahun melakukan survei usaha di Kota Kediri. Namun, survei itu masih dilakukan untuk perusahaan mulai sedang sampai besar, dengan jumlah pekerja minimal 20 orang.
Di Kediri, ia mengatakan ada sekitar 50 perusahaan dengan kategori sedang sampai besar yang terdata di kota ini. Jumlah ini dinilai cukup banyak untuk kota yang kecil.
"Kalau dilihat dari jumlah usaha, Kediri termasuk kota yang cukup siginifikan kepadatan industrinya, menarik bagi investor," katanya.
Namun, saat disinggung sektor yang paling menarik bagi investor, Firda mengatakan data itu akan diketahui pasti setelah sensus dilakukan. Untuk saat ini, BPS hanya menilai secara global, sebab hasil sensus belum keluar.
Ia mengatakan, perkembangan sektor industri di suatu daerah juga dipengaruhi oleh kebijakan kepala daerah. Misalnya, di Kabupaten Sidoarjo ataupun Gresik, pemerintah daerah membuka luas untuk industri, namun hal itu belum tentu terjadi di Kota Kediri.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan pemerintah kota memang memberikan kemudahan untuk investor menanamkan investasinya ke kota ini. Salah satu kemudahan yang diberikan adalah memudahkan proses izin. Di tempat perizinan, proses pengajuan ditangani dengan lebih cepat, sehingga pengusaha pun juga tidak menunggu lama.
"Kami buat tim untuk memudahkan pencari izin dalam mengurus, tapi memang masih membutuhkan waktu berhari hari. Nanti, kami lebih memudahkan dengan memilah mana syarat dan izin," ujarnya.(*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.