Ketinggian air di Bendung Gerak, rata-rata berkurang 10 centimeter per hari, karena tidak ada tambahan air dari daerah hulunya
Bojonegoro,(Antara Jatim) - Perum Jasa Tirta (PJT) V di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan debit air Bengawan Solo di Bendung Gerak, di Kecamatan Kalitidu, terus berkurang rata-rata sekitar 10 centimeter per hari.
"Ketinggian air di Bendung Gerak, rata-rata berkurang 10 centimeter per hari, karena tidak ada tambahan air dari daerah hulunya," kata Juru Pintu Bendung Gerak PJT V di Bojonegoro Gigih EP., Kamis.
Sesuai data, katanya ketinggian air pada papan duga di Bendung Gerak mencapai 11,50 meter, Kamis pukul 07.00 WIB. Ketinggian air itu turun sekitar 20 centimeter dibandingkan dengan ketinggian air dua hari lalu.
Pengeluaran air di Bendung Gerak, katanya, dilakukan melalui satu pintu dengan ketinggian air sekitar 10 centimeter. Air yang dikeluarkan itu untuk mencukupi kebutuhan air baku di daerah hilir Jawa Timur, mulai Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik.
"Melihat turunnya air yang terus terjadi di Bendung Gerak, jelas tidak ada tambahan air dari daerah hulu, Jawa Tengah," ucapnya.
Menurut dia, kalau saja ada tambahan air daerah hulu, Jawa Tengah, maka berkurangnnya air di Bendung Gerak, tidak langsung drastis, tapi melambat.
"Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, menginformasikan akan menambah debit air Bengawan Solo di daerah hilir, Jawa Timur .Tapi sampai saat ini belum ada tambahan air termasuk dari hujan," ucapnya, menambahkan.
Dengan ketinggian air di Bendung Gerak saat ini , menurut dia, kalau tidak ada tambahan air dari daerah hulu, Jawa Tengah, maka debit air di Bendung Gerak hanya akan mampu bertahan sekitar dua pekan.
Padahal, lanjut dia, berdasarkan perkiraan Badan Meteoroligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), datangnya musim hujan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, baru akan terjadi Desember.
Meski demikian, katanya, debit air di Bendung Gerak sekarang ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu dalam waktu bersamaan, yang ketinggian airnya hanya 9,20 meter.
Sesuai prosedur, lanjut dia, air Bengawan Solo di Bendung Gerak, harus dikeluarkan semua, setelah ada kepastian ada tambahan air hujan dari daerah hulu, Jawa Tengah.
"Tahun lalu air di Bendung Gerak dikeluarkan semua dengan membuka semua tujuh pintu pengeluaran, pada 21 November," ucapnya. (*)
Pewarta: Slamet Agus SudarmojoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.