Kami minta ada masukan dari wartawan mengenai langkah-langkah yang harus saya kerjakan dalam tiga tahun mendatang untuk mempercepat proses pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.Bojonegoro (Antara Jatim) - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto meminta masukan dari sejumlah wartawan dan tokoh masyarakat untuk mengambil kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat pada tiga tahun mendatang masa jabatannya.
"Kami minta ada masukan dari wartawan mengenai langkah-langkah yang harus saya kerjakan dalam tiga tahun mendatang untuk mempercepat proses pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya di Bojonegoro, Kamis.
Lebih lanjut ia menjelaskan permasalahan yang menonjol di bidang pendidikan yaitu masalah "droup out" anak sekolah yang bisa mencapai 6.000 siswa/tahun.
"Sebagai usaha menekan angka drop out, pemkab akan meningkatkan bantuan pendidikan bagi siswa yang semula Rp500 ribu/siswa, menjadi Rp2 juta/siswa," jelas dia.
Menurut dia, bantuan pendidikan tersebut tidak lagi diserahkan kepada lembaga pendidikan, tapi diserahkan kepada desa untuk selanjutnya diserahkan kepada para siswa.
"Bantuan pendidikan ini tidak memandang anak orang kaya atau miskin. Semuanya menerima dana pendidikan," katanya, menegaskan.
Ia juga menyampaikan keluhannya soal rendahnya tingkat kejujuran lembaga pendidikan dalam melaksanakan ujian nasional (UN). "Yang jelas kunci dari pendidikan yaitu guru," katanya, menegaskan.
Selain itu, ia juga menjelaskan program pemkab yang akan membuat dana abadi dari perolehan keuntungan dana bagi hasil migas. Perolehan dana abadi migas tersebut, keuntungan yang diperoleh baik dari bunga juga keuntungan saham, akan dimanfaatkan untuk biaya pendidikan warga.
Ia juga memaparkan program membantu warga desa untuk bisa memperoleh pekerjaan dengan langsung memberikan bantuan uang. Bantuan uang tersebut diperlukan, karena daya beli masyarakat di pedesaan lemah.
Di lain pihak, katanya, juga diusahakan menarik investor untuk mendirikan perusahaan di pedesaan, agar mampu menyerap tenaga kerja. (*)
Pewarta: Slamet Agus SudarmojoEditor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.