"Saingannya luar biasa. Ini sudah berbeda dengan tahun lalu. Siswa luar kota juga pikir-pikir pastinya," katanya.Tulungagung (Antara Jatim) - Ratusan siswa luar daerah mulai melakukan pengurusan nama akun serta kata kunci atau password yang akan digunakan untuk mendaftar dalam program penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2015 secara "online" atau dalam jaringan/daring di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
"Siswa mulai mengurus username dan password yang akan digunakan untuk mendaftar melalui internet/daring hari ini," kata Koordinator PPDB Tulungagung Junaidi di Tulungagung, Selasa.
Ia menjelaskan, nama akun serta kata kunci atau password sudah bisa diberikan pada calon peserta didik baru pada H-1 PPDB daring.
Oleh karena itulah, lanjut dia, pembukaan layanan akun serta password langsung diserbu siswa luar daerah.
Pantauan Antara, hingga sekitar pukul 10.00 WIB, sudah ada 100-an siswa luar Tulungagung yang mengurus password.
Mereka berasal dari beberapa daerah seperti Blitar, Trenggalek, Jombang, Surabaya, bahkan Sumatera.
Untuk mendapatkan kata kunci atau password, siswa luar kota wajib menyerahkan fotokopi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) dan surat keterangan (rekomendasi) dari dinas pendidikan daerah asal.
"Dari pantauan kami, ada 100-an siswa. Dipastikan masih bisa bertambah karena PPDB daring baru dibuka besok hingga Rabu nanti," kata Junaidi.
Junaidi menambahkan, siswa luar daerah tak begitu saja bisa diterima di sekolah penyelenggara PPDB di Tulungagung.
Hal itu bisa terjadi lantaran persaingan diprediksi sangat ketat, mengingat nilai NUN siswa-siswi asli Tulungagung rata-rata cukup tinggi.
"Saingannya luar biasa. Ini sudah berbeda dengan tahun lalu. Siswa luar kota juga pikir-pikir pastinya," katanya.
Pantia penyelenggara PPDB online atau daring Tulungagung sendiri telah mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan, di antaranya tiga server untuk menghindari kendala/masalah ketika laman ppdb.tulungagung.net diakses banyak pengguna.
Laman atau website itu resmi untuk PPDB daring, dengan perangkat pendukung berupa tiga server termasuk satu di antaranya untuk mem-back up jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
"Persiapan lain yang telah dilakukan yakni pelatihan operator yang berada di tingkat SD, dan SMP bahkan SMA/SMK. Jaringan internet pun telah disiapkan berkoordinasi dengan PT Telkom. Untuk listrik, dinas pendidikan dan kebudayaan telah meminta PLN agar tak terjadi pemadaman," jelasnya.(*)
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.