"Rupiah menguat bersama dengan mata uang lain di Asia terhadap dolar AS setelah munculnya harapan di zona Euro terkait penyelesaian krisis utang Yunani," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa.
Dikabarkan, lanjut dia, Yunani telah memberikan proposal baru dengan perubahan signifikan yang mendekati keinginan pemberi utang. Akan tetapi, pelaku pasar juga masih memantau kelanjutan dari negosiasi antara Yunani dan Troika (Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, dan lembaga Dana Moneter Internasional) sehingga penguatan rupiah masih cenderung terbatas.
Di tambah lagi, ia mengatakan bahwa isu negatif domestik terkait dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi serta inflasi yang naik di bulan Juni 2015 masih akan menjadi ancaman utama bagi mata uang rupiah.
"Membaiknya data penjualan rumah AS juga dapat membatasi penguatan rupiah lebih tinggi," katanya.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahakan bahwa para pejabat Eropa sinyalkan kepercayaan diri bahwa sebuah kesepakatn akan dicapai pada bantuan Yunani sebelum berakhirnya masa akhir pembayaran utang Yunani kepada IMF pada tanggal 30 Juni nanti.
"Menteri Keuangan Belanda, Jeroen Dijsselbloem, yang memimpin pertemuan itu menyatakan rencana dari Yunani adalah sebuah langkah positif. Dengan begitu, kemungkinan ada harapan untuk hasil yang positif atas masalah Yunani," katanya. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.