Jember, 28/4 (Antara) - Sekretaris Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sugiarto mengatakan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) akan kebutuhan pupuk di kabupaten setempat dinilai belum valid.
"Petani sering mengeluh terkait kelangkaan pupuk. Setelah kami urai, hal itu karena kami tidak punya data kebutuhan pupuk secara valid," kata Sugiarto usai acara sosialisasi RDKK dan mekanisme penyaluran pupuk di Aula Pemkab Jember, Selasa.
Menurut dia banyak permasalahan mengenai pupuk di Kabupaten Jember, bahkan distribusi pupuk bersubsidi dinilai belum sesuai dengan RDKK.
"Banyak petani yang belum masuk RDKK dapat menikmati pupuk bersubsidi, sehingga secara otomatis jatah pupuk di Jember selalu kurang," tuturnya.
Setiap tahun, lanjutnya, Pemkab Jember selalu meminta kuota pupuk tambahan kepada pemerintah pusat dan data pupuk berdasarkan RDKK yang tidak valid berdampak pada stok pupuk selalu mengalami kekurangan.
"Pendataan akan kita lakukan perlahan-lahan, agar data RDKK benar benar valid dan hanya petani yang masuk RDKK yang dapat pupuk," ucap mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jember itu.
Ia berharap produsen, distributor dan kios resmi pupuk bekerjasama dan membangun hubungan yang baik dalam penyaluran pupuk bersubsidi yakni mengedepankan keterbukaan antarsesama, sehingga tidak merugikan salah satu pihak.
"Hampir semua kios pupuk tidak memasang harga jual pupuk, sehingga pupuk tidak diberikan secara terbuka kepada petani. Hal itu nantinya bisa menyebabkan kerawanan penimbunan dan kelangkaan," paparnya.
Sementara Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember Jumantoro mengatakan Pemkab Jember dalam menyusun RDKK tidak melibatkan petani, sehingga kuota yang dibutuhkan petani tidak sesuai dengan di lapangan.
"RDKK itu kan untuk kebutuhan kelompok tani, namun kelompok tani tak dilibatkan dalam penyusunan RDKK," katanya.
Menurut dia, angka pengajuan RDKK di Jember terbentuk dari data yang disetor oleh petugas lapangan dinas terkait, sehingga data yang dihasilkan tidak mencakup keseluruhan kebutuhan petani Jember.
"Apabila akan ada pendataan ulang RDKK, kami siap mendukung Pemkab untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani," ujarnya.(*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.