Kediri (Antara Jatim) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Kediri, Jawa Timur, yang akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) terpaksa harus membagi jam pelaksanaan karena terbatasnya jumlah komputer. Koordinator teknisi SMK Pawyatan Daha Kediri Totok Dwi Purnomo, Jumat mengatakan ujian nasional akan dilaksanakan menjadi tiga gelombang, yakni sesi pertama jam 08-10 WIB,, sesi kedua jam 11-13 WIB, dan sesi ketiga jam 12-16 WIB. \"Jumlah siswa kelas 12 yang akan ujian berbasis CBT ini 365, dan kami siapkan 122 komputer. Jadi nantinya akan dibagi menjadi tiga sesi,\" katanya. Totok mengatakan, pembagian ini dilakukan karena terbatasnya jumlah komputer yang ada di sekolah, sehingga tidak semua anak bisa mengikuti ujian pada jam yang sama. Pihaknya juga mengaku sudah melakukan konsultasi terkait dengan pembagian jam ujian itu ke Dinas Pendidikan Kota Kediri, dan mengizinkan sekolah menyelenggarakan ujian berbasis komputer, bergelombang asalkan fasilitas tersedia dan mencukupi. \"Kalau dari dinas, semua diserahkan ke sekolah masing-masing. Mereka mempersilakan jika ingin ujian \'online\' dengan syarat mumpuni peralatan dan berkualitas,\" ujarnya. Totok juga mengaku tidak khawatir nantinya akan terjadi kebocoroan soal, mengingat jadwal ujian yang dibuat tiga sesi itu. Dalam mengerjakan ujian, setiap anak mendapatkan soal yang tidak sama. Hal itu juga sebelumnya sudah ditegaskan oleh pemerintah, bahwa per mata pelajaran nantinya soal ujiannya tidak sama. Ia juga mengatakan, sekolah sudah lama menyiapkan untuk ujian yang berbasis komputer tersebut, di antaranya dengan menyelenggarakan \"try out\" pascaadanya kebijakan pemerintah UN berbasis komputer. Pelajar yang mengikuti UN juga sudah diberi pengetahuan serta diberi teknik mengerjakan soal dengan sistem baru tersebut. Pihaknya juga mengaku siap menyelenggarakan ujian berbasis komputer dalam UN 2015 ini. Selain menyiapkan komputer untuk ujian, juga menyiapkan perangkat lainnya, seperti server. \"Tenaga dan peralatan di kami mencukupi dan kami berusaha semaksimal mungkin. Peralatan juga sudah disiapkan, termasuk menata kabel di laboratorium, sebab tidak boleh memakai \'wireless\',\" katanya. Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana mengatakan pemerintah sudah melakukan koordinasi untuk persiapan UN, baik menggunakan manual, tes ujian tertulis ataupun berbasis komputer. \"Untuk peserta tes berbasis komputer ada 10 sekolah, tiga SMK negeri, lainnya swasta,\" katanya. Ia juga mengatakan, saat ini untuk soal ujian tertulis sudah datag dan naskah ujian sudah diamankan di kantor polisi. Soal itu nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah, saat hari-H pelaksanaan ujian, Senin (13/4). (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026