Banyuwangi (Antara Jatim) - Rombongan mahasiswa program doktor (S3) Administrasi Publik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengunjungi Pemkab Banyuwangi untuk melihat lebih dekat berbagai inovasi pelayanan publik yang dibuat oleh pemerintah daerah setempat.
Siaran pers Pemkab Banyuwangi yang diterima, Senin menyebutkan rombongan mahasiswa tersebut dipimpin oleh Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik Undip Prof Dr Sri Suwitri.
Sri Suwitri mengatakan kedatangannya bersama seluruh tim ke Banyuwangi karena kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini dianggap memiliki beberapa program pelayanan publik yang inovatif dan menarik.
Ia menyebutkan beberapa program inovasi itu, seperti bayi lahir langsung dapat akta kelahiran, program anak Tokcer, beasiswa bagi siswa miskin berprestasi, dan program Siswa Asuh Sebaya (SAS).
"Kami ingin melihat secara langsung bagaimana kebijakan tersebut dibuat dan bagaimana implementasinya," katanya.
Sri Suwitri melanjutkan, mahasiswa S3 pada program Doktor Administrasi Publik Undip memang diharuskan menemukan sesuatu yang baru selama menjalani proses perkuliahan terkait kebijakan dan manajemen publik.
Salah satu caranya dengan mencari berbagai inovasi pelayanan publik dari berbagai wilayah, baik di dalam maupun di luar negeri. "Hasil inovasi yang kita dapatkan nantinya akan dibahas bersama dan digodog lagi untuk disempurnakan jika masih ada yang kurang," katanya.
Nantinya selain menjadi produk akademik, hasil yang didapatkan dari kunjungan ini, akan disusun sebagai laporan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebiijakan terkait pelayanan publik.
"Ini juga salah satu tugas kita sebagai akademisi untuk perbaikan pelayanan publik di Indonesia. Saya kira program inovasi pelayanan publik di Banyuwangi bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain" ujarnya.
Dia menambahkan, di Banyuwangi pihaknya juga mengkaji bagaimana pengaruh seorang pemimpin dalam menggerakkan mesin birokrasi. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.