Banyuwangi (ANTARA) - Pemkab Banyuwangi dan BI Perwakilan Jember mempertemukan pelaku ekonomi kreatif se-wilayah Sekarkijang lewat Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 untuk mendorong UMKM naik kelas dan memperluas pasar.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan Sekarkijang Creative Fest merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan masyarakat di wilayah Sekarkijang.
"Kegiatan ini diharapkan mampu mengungkit kembali karya-karya kreatif dari masyarakat di seluruh wilayah Sekarkijang. Terima kasih kepada BI Jember yang sudah membangun sinergi dengan seluruh kabupaten yang ada di wilayah kerjanya," kata Ipuk di Banyuwangi, Sabtu.
Ia mengemukakan tema yang diusung dalam SCF 2026 ini "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing", sejalan dengan kebutuhan saat ini, yakni menjadikan UMKM sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Saat ini persaingan tidak lagi hanya antarproduk, tetapi juga antarekosistem dan UMKM, yang mampu memanfaatkan inovasi, teknologi digital, dan berkolaborasi secara kuat akan menjadi pemenang," kata Ipuk.
Ia mengatakan, pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik, tapi mereka juga harus membangun kualitas, identitas, dan kepercayaan konsumen.
Bupati Ipuk menambahkan, daerah yang tergabung dalam Sekarkijang bukanlah daerah yang saling bersaing, melainkan kawasan ekonomi yang saling melengkapi sesuai potensi masing-masing daerah.
"Melalui Sekarkijang Creative Fest semakin banyak UMKM yang naik kelas, dari pasar lokal menuju pasar nasional, dari penjualan konvensional menuju digital, hingga mampu menembus pasar internasional," kata Ipuk.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember Achmad mengatakan rangkaian SCF sebenarnya sudah dimulai sejak Januari 2026 di lima kabupaten wilayah Sekarkijang. Agenda tersebut dimulai dari kurasi UMKM, pelatihan, capacity building, studi tiru, hingga promosi dan pameran produk di berbagai wilayah.
"Puncaknya diselenggarakan di Banyuwangi, 16-19 Juli 2026 yang kembali dikolaborasikan dengan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), dan kegiatan diisi berbagai agenda, termasuk kegiatan operasi pasar murah untuk pengendalian inflasi," katanya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.