Madiun (Antara Jatim) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre IV Madiun, Jawa Timur, menargetkan dapat menyerap sebanyak 52.000 ton setara beras petani selama tahun 2015. Kepala Perum Bulog Sub Divre IV Madiun, Suharto Djabar, Kamis, mengatakan, serapan tersebut mulai dilakukan pada musim panen musim penghujan yang terjadi mulai awal bulan Maret ini. "Untuk musim panen raya Febuari-Maret ini serapan mulai dilakukan. Untuk serapan kami menyesuaikan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras," ujarnya. Menurut dia, target serapan tahun ini sama dengan tahun sebelumnya. Sedangkan realisasi penyerapan beras pada tahun 2014 di Perum Bulog setempat mencapai 45.000 ton setara beras. Pihaknya optimistis target serapan beras tahun ini akan dapat tercapai hingga 100 persen. Hal itu menyusul pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras untuk mengantisipasi anjloknya harga komoditas tersebut pada saat musim panen. Dimana sesuai ketentuan, harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dalam negeri dengan kadar air maksimum 25 persen dan kadar hampa maksimum 10 persen adalah Rp3.700 per Kilogram (kg) di petani, atau Rp3.750/kg di penggilingan. Harga pembelian Gabah Kering Giling (GKG) dengan kualitas kadar air minum 14 persen dan kotoran maksimum 3 persen adalah Rp4.600/kg di penggilingan atau Rp4.650/kg di gudang Bulog. Sedangkan untuk harga pembelian beras kualitas kadar air maksimum 14 persen, butir patah maksimum 20 persen, kadar menir maksimum 2 persen dan derajat sosoh minimum 95 persen adalah Rp7.300/kg di gudang Perum Bulog. Guna memperlancar proses penyerapan beras, Bulog Madiun terus menjalin komunikasi dengan para petani mitra yang menjadi anggota di wilayahnya. Hingga kini terdapat sekitar 30 lebih petani mitra yang ada di wilayah Bulog Sub Divre IV Madiun, yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi. Suharto menambahkan, untuk meningkatkan mutu beras yang diserap, Bulog Madiun terus memantau kualitas dan berat timbangan masing-masing karung beras, termasuk pengadaan untuk raskin yang akan dikirim. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026