Surabaya (Antara Jatim) - Pakar politik Universitas Airlangga Surabaya, Hariyadi menyatakan, saat ini partai politik harus meningkatkan peran kehumasannya karena dari hasil survei yang menilai pemilih di Indonesia tidak memiliki perasaan kedekatan kepada partai politik.
"Salah satu caranya, mendorong kepedulian masyarakat dan media dengan partai politik sehigga mereka semakin mengenal parpol," katanya, di Surabaya, Kamis.
Sementara itu, Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Sri Untari, menjelaskan, sebagai parpol dengan dukungan wong cilik maka PDIP tetap berdiri di depan mengawal kepentingan rakyat. Selain itu, pemilih partai PDIP adalah masyarakat fanatik.
"Kondisi ini menunjukkan PDIP merupakan partai politik berbasis kerakyatan. Dan pengkaderan PDIP juga terus berjalan serta bisa menempatkan Joko Widodo sebagai presiden dari PDIP," katanya.
Walau diguncang dengan sejumlah isu diawal pemerintahannya, imbuh dia, kinerja Presiden Joko Widodo tetap berada pada persepsi positif oleh masyarakat. Performa itu terlihat dari survei yang dilakukan LSI terhadap 100 hari kinerja pemerintahan Joko Widodo.?
"Misal tentang diterbitkannya Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)," katanya.
Ketua Fraksi Partai Demokrat, Hartoyo menyebutkan, sebagai partai politik pemenang pemilu 2009 pihaknya tetap bekerja mengawal kepentingan rakyat. Persepsi positif masyarakat terhadap kinerja awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono saat dua periode memimpin Indonesia yakni tahun 2004 dan 2009 serta banyak menunjukkan prestasi.
"Apalagi, persentase pemerintahan SBY ternyata juga masih bagus," katanya.(*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.