Kediri (Antara Jatim) - Kesebelasan Persik Kediri, Jawa Timur, resmi akan ikut bertanding di Divisi Utama menyusul dicoretnya kesebelasan ini dari keikutsertaan di Liga Super Indonesia karena masalah dana.
"Dengan hormat kami di Divisi Utama, karena di ISL (Liga Super Indonesia) sangat sulit masuk. Kami upayakan tahun depan bisa masuk lagi di ISL," kata Sekretaris Persik Kediri Barnadi di Kediri, Senin.
Pihaknya mengatakan, manajemen sudah berusaha melakukan cara termasuk membuat proposal dan diajukan ke sejumlah perusahaan yang dinilai bisa menjadi sponsor. Namun, sampai saat ini hasilnya masih nihil.
Bahkan, manajemen juga sudah bertemu dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar guna membicarakan tentang Persik. Manajemen masih berkeinginan agar Persik bisa berlaga di LSI, tapi karena keadaan akhirnya tidak bisa.
Barnadi mengatakan, Wali Kota juga menganjurkan agar Persik berlaga di Divisi Utama. Hal itu juga terkait dengan masalah pendanaan serta persiapan klub lainnya.
"Kalau di Divisi Utama sekitar Rp4 miliar cukup. Wali Kota juga menyarankan agar Persik di Divisi Utama," ujarnya.
Sebelumnya, puluhan Persikmania (suporter kesebelasan Persik Kediri) unjuk rasa di Balai Kota Kediri, meminta Wali Kota dengan teguh mau mempertahankan Persik bertanding di Liga Super Indonesia dalam kompetisi 2015.
Mereka mengaku prihatin dengan kondisi Persik Kediri. Kesebelasan ini telah berjuang keras dalam kompetisi sebelumnya bisa bertahan di LSI, tapi justru dalam kompetisi ini turun, di Divisi Utama.
Dalam aksinya, Persikmania juga mengaku siap "urunan" agar Persik bisa tampil di LSI. Mereka berharap, dengan sisa waktu yang tinggal sekitar satu pekan sebelum Januari habis, masih ada kesempatan Persik bisa berlaga di LSI. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.