Banyuwangi (Antara Jatim) - Puncak perayaan Hari Thanksgiving oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berlangsung meriah, Jumat (22/11) malam, dan dipusatkan di pendopo kabupaten yang terkenal mempunyai arsitektur hijau. Hari Thanksgiving adalah hari untuk mengucapkan rasa syukur dalam tradisi masyarakat AS yang telah berlangsung ratusan tahun. Thanksgiving jatuh setiap Kamis pekan keempat November. Di hari itu, masyarakat berkumpul dengan keluarga dan berbagi makanan tradisional. Tradisi utama Thanksgiving yaitu memasak dan memakan kalkun bersama, juga dilakukan oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake. Turut hadir Menteri Pariwisata Arief Yahya dan musisi Abdee Negara dari kelompok musik Slank. Selain itu, ada 20 walikota/bupati dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain, Manado, Cirebon, Bone, Luwu, Flores Timur, Nganjuk, Bau-Bau, Minahasa, dan banyak lagi. Dalam acara makan malam Thanksgiving, Duta Besar Robert O. Blake dan Konsul Jenderal AS mendemonstrasikan tentang cara memasak makanan khas Thanksgiving, yaitu kalkun. Blake tak lupa menjelaskan tentang sejarah Thanksgiving serta pengalaman Thanksgiving mereka. Kegembiraan Thanksgiving turut pula dirasakan warga Banyuwangi, dengan digelarnya pesta rakyat tepat di depan pendopo. "Kami sangat senang. Ini adalah perayaan Thanksgiving di Indonesia pertama yang digelar di luar Jakarta. Ini adalah Thanksgiving model blusukan," kata Dubes Blake. Dubes Blake menyatakan bahwa perayaan Thanksgiving di Banyuwangi adalah untuk mempromosikan kasih sayang dan toleransi, dua nilai yang turut dijunjung bersama oleh Amerika Serikat dan Indonesia. Perayaan ini juga menunjukkan pentingnya diplomasi people-to-people. ”Amerika Serikat dan Indonesia telah menikmati hubungan bilateral yang luar biasa, yang dibangun atas dasar kesamaan nilai dan kepentingan. Kami berharap dengan merayakan Thanksgiving di sini, kami dapat berbagi nilai-nilai ini serta mengungkapkan rasa syukur kami untuk kemitraan yang lebih kuat di masa datang," ujarnya. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan event Thanksgiving yang semuanya dipelopori oleh Kedutaan Besar AS di Indonesia tersebut, diharapkan semakin terjalin kesepahaman global antar-budaya, dalam hal ini Indonesia dan AS. "Terdapat dialog antara Dubes AS dan warga, seniman, budayawan, serta anak muda Banyuwangi. Warga menyampaikan apa persepsi mereka tentang AS. Diharapkan ada upaya saling memahami," ujarnya. Pada Sabtu pagi (22/11), Dubes AS dan Bupati Banyuwangi melakukan kopi darat dengan para netizen di Banyuwangi lewat acara yang disebut sebagai "Tweet-Up". Selain membangun jembatan kebudayaan, dengan acara Thanksgiving diharapkan ada kerja sama yang kian erat dengan AS. Selama ini, sudah ada kerja sama bidang pendidikan antara lain dengan penempatan lima orang pengajar asal AS yang disebar di sejumlah sekolah di Banyuwangi, seperti di Kecamatan Glenmore, Cluring, dan Srono. Rangkaian kegiatan Thanksgiving telah dimulai Rabu (19/11) dengan kegiatan transplantasi terumbu karang dengan kelompok nelayan di Banyuwangi yang selama ini telah melakukan banyak aksi nyata pelestarian lingkungan di wilayah pesisir. Kemudian, Kamis (21/11), dilakukan dialog budaya antara Dubes AS dan Komunitas Suku Osing di Desa Adat Kemiren. Suku Osing adalah masyarakat asli Banyuwangi. Selain itu, ada talkshow di radio dan workshop tata kelola pemerintahan dan transparansi untuk 20 bupati dan walikota dari wilayah Indonesia Timur bersama dengan Rajawali Foundation. “Workshop ini akan membahas isu penguatan kelembagaan daerah dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa kini dan masa depan,” imbuh Anas. Selanjutnya, pada Jumat (21/11), rangkaian thanksgiving dimulai sejak pagi dengan olahraga bersama yang dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai dan pelepasan anak penyu (tukik) di Pantai Boom. Kemudian siang harinya sebagai kegiatan inti Thanksgiving, Dubes AS akan bermain bersama dengan para pelajar Banyuwangi. “Ini adalah kebiasaan yang mengawali makan malam Thanksgiving. Anak-anak akan diajak bermain permainan tradisional Thanksgiving. Ini untuk membangun jembatan kesepahaman global melalui pendekatan kebudayaan," kata Anas. Perayaan berlanjut ke acara inti, yakni makan malam Thanksgiving di pendopo kabupaten yang mempunyai arsitektur hijau. Dubes AS mendemonstrasikan cara memasak makanan khas Thanksgiving, yaitu kalkun. Dubes AS juga menunjukkan cara memotong kalkun, menjelaskan setiap makanan yang disajikan dan tujuan makan malam. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026