Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong program pengarusutamaan gender dengan memberikan anggaran pada masing-masing kabupaten dan kota setiap tahunnya.
"Saat ini berdasarkan data yang ada Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim tahun 2009-2013 mencapai 73,54," kata Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, saat menerima tim Verifikasi Independen Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Senin.
Menurut dia, Jatim diapresiasi karena jumlah kabupaten atau kotanya terbanyak mengikuti Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA) tahun 2014.
"Peran provinsi pada pelaksanaan pembangunan PP dan PA sudah cukup berhasil dengan dibuktikan pada perkembangan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jatim (2009-2013) adalah 67,85 atau naik sebesar 1,29 pada tahun 2012-2013," tuturnya.
Ia mengatakan, program kebijakan Pemprov dinilai banyak memihak perempuan dan anak, misalnya pada tahun 2014, Jatim melaksanakan Program Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan.
"Program tersebut ditujukan khusus pada 'single parents', dengan mengikutsertakan mereka dalam program peningkatan ekonomi. Ada juga pemberian ketrampilan bagi pekerja anak dalam bentuk pekerjaan terburuk untuk anak (BPTA)," ucapnya.
Selain itu, jumlah kab/kota di Jatim layak anak dari 24 tahun 2013 meningkat menjadi 31 pada tahun 2014. (*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.