Surabaya (Antara Jatim) - Salah satu selamat kecelakaan maut bus Harapan Jaya dengan nomor polisi AG 7900 UR, Widya Ari Putranti, rencananya akan melakukan wisuda sarjana pada tanggal 15 November 2014.
Saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Senin, orang tua korban, Widodo, mengatakan anaknya berencana pergi ke Trenggalek untuk menemui kakaknya sambil menunggu waktu pelaksanaan wisuda.
"Rencananya mau ke rumah kakaknya. Saya sendiri yang mengantarkan sampai duduk di dalam bus. Namun nahas, belum selesai saya ganti baju, sudah mendapatkan telepon dari anak saya kalau ada kecelakaan, dan bus yang ditumpanginya terguling," katanya.
Seketika itu juga dirinya langsung berangkat dari rumahnya yang ada di kawasan Kutisari, Surabaya menuju ke lokasi kejadian.
"Saat itu, suasana masih gelap karena tidak ada penerangan jalan di lokasi kejadian. Saya pun harus meraba-raba dan juga menggunakan penerangan sepeda motor hingga melihat anak saya yang duduk di pinggir jalan," katanya di depan kamar operasi.
Ia mengatakan dirinya mengaku masih beruntung, anaknya masih bisa selamat dalam kecelakaan tersebut meskipun lengan kiri anaknya patah dan harus melakukan operasi.
"Anak saya bercerita sewaktu keluar dari Terminal Purabaya, Surabaya, bus yang ditumpanginya itu sempat oleng beberapa kali karena kecepatan yang cukup tinggi. Baru setelah itu sekitar satu kilometer atau di lokasi kajadian bus terguling dan membuat semua kaca pecah," katanya.
Untuk menyelamatkan diri dari dalam bus yang terguling, kata dia, anaknya harus keluar melalui kaca belakang bus dengan memilah korban lain yang tergencet di dalam bus.
"Saat itu, yang ada di dalam pikiran anak saya hanya berusaha keluar dari bus. Khawatir kalau bus yang ditumpanginya itu terbakar. Sekali lagi beruntung anak saya masih hidup," katanya. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.