Oleh Ahmad Wijaya
Pekalongan (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono mengatakan batik hendaknya tidak hanya memiliki nilai seni budaya namun harus bernilai ekonomis sehingga mampu menyejahterakan semua kalangan terutama industri kecil.
"Kalau dikatakan batik memiliki nilai seni dan budaya memang bagus tapi hendaknya jangan sampai di situ. Tapi harus bisa dikembangkan bernilai ekonomis dan bisa menyesuaikan selera masyarakat," kata Boediono saat memberikan sambutan dalam Pekan Batik Nusantara 2014 di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu.
Hadir dalam acara itu Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, dan Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad Syawie.
Boediono mengatakan batik sebagai karya seni bernilai tinggi selama ini sudah diakui tidak hanya oleh masyarakat Indonesia tapi juga internasional. Bahkan badan PBB UNESCO sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia.
Namun Wapres mengingatkan, batik tidak cukup hanya bernilai seni budaya asli Indonesia tapi harus terus dikembangkan sebagai karya seni yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Untuk itu, kata Boediono, pemerintah dan masyarakat harus mampu memadukan batik bernilai seni dan bernilai ekonomi sehingga makin memberikan keuntungan bagi seluruh bangsa Indonesia.
"Masih ada ruang terbuka untuk menjadikan memadukan seni dan ekonomi. Semua pihak terutama pemerintah pusat dan daerah harus mampu memadukan keduanya," kata Boediono. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.