Surabaya (Antara Jatim) - Dua calon haji asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, batal berangkat ke Tanah Suci bersama rombongannya pada kelompok terbang (Kloter) I yang dilepas Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo dan anggota Komisi VIII DPR RI dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin.
"Dua calon haji yang batal berangkat itu pasangan suami istri. Suaminya mengalami gagal ginjal dan tekanan darahnya tinggi, sehingga dokter merekomendasikan penundaan, sedangkan istrinya mendampingi," kata Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jatim HM Sakur.
Setelah mengikuti rapat evaluasi bersama Kepala Kanwil Kemenag Jatim HM Mahfud Shodar, Ketua Komisi VIII DPR RI Hj Ida Fauziyah dan anggotanya, ia menjelaskan calon haji yang tertunda keberangkatannya itu kini dirawat di Rumah Sakit Haji (RSH) Surabaya.
"Kami menunggu rekomendasi dokter, kalau dokter memperbolehkan, maka kami akan masukkan dia bersama istrinya ke kloter berikutnya," katanya setelah rapat evaluasi yang juga dihadiri puluhan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya itu.
Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo saat melepas keberangkatan calon haji Kloter I itu berpesan kepada calon haji agar menaati peraturan haji dari pemerintah dan berakhlakul karimah di Tanah Suci.
"Di sana harus sabar dan betul-betul niat untuk semuanya karena Allah SWT. Saya titip doakan Indonesia dan Jawa Timur. Doakan Indonesia jadi negara yang damai, aman, dan betul-betul berbasis spiritual karena akhlak," tuturnya.
Selain itu, Gubernur berpesan agar calon haji mendoakan Jatim menjadi provinsi panutan dan rujukan dalam kehidupan yang "Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur" (negara yang baik dan selalu mendapat ampunan atau negara yang sejahtera dan adil di bawah lindungan Allah). (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.