Tumiran dari Banyuwangi Film terbaik DFF 2014

id DFF 2014, tumiran, film terbaik

Oleh IK Sutika
Denpasar (Antara) - "Tumiran", karya Vicky Hendri Kurniawan dari Banyuwangi, Jawa Timur, dinobatkan sebagai film terbaik dalam ajang Festival Film Denpasar (DFF) 2014.

Pada penobatan yang dilakukan, Sabtu (23/8) malam di "Danes Art Veranda" Denpasar itu, "Tumiran" mengungguli lima film unggulan yang dipilih oleh dewan juri yakni "Apa Kabar Potehi" (Ari Mendrofa, Bandung), "Jamu Laut" (Andi Hutagalung, Medan), "Berni Meraung" (Agung S. Rohutomo, Jember) dan "Pesisir Harapan" (Nurazaz Ramdany, Jakarta).

Dewan juri terdiri dari Slamet Rahardjo Djarot, Dr Lawrence Blair, Rio Helmi, Prof I Made Bandem, dan I Wayan Juniartha.

Dengan dinobatkannya "Tumiran" sebagai film terbaik, Vicky berhak menggondol hadiah berupa tropi dan uang tunai Rp20juta yang diserahkan oleh Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Tumiran berkisah tentang seorang lelaki yang memiliki garis keturunan lurus dengan pelaku awal ritual Keboan di Banyuwangi. Tumiran sendiri telah menjadi pelaku ritual Keboan sejak ia masih remaja.

Pada 1992 Tumiran merantau ke Lombok. Di situ ia menyabung hidup sebagai seorang nelayan. Penghasilan yang tidak menentu membuat kehidupan ekonomi Tumiran menjadi penuh masalah.

Namun dengan segala daya upaya Tumiran yang kini telah berusia 63 tahun selalu berupaya untuk melewati semua itu agar dapat pulang kembali ke kampungnya dan menjadi pelaku ritual Keboan. (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar