Surabaya (Antara Jatim) - Rektor Universitas Negeri Surabaya yang baru Prof Dr Warsono MS meminta dosen di kampus yang dipimpinnya untuk mengubah "mindset" (pola pikir/budaya) yang terlalu sibuk dengan mempraktikkan keahliannya di luar untuk kembali menjadi abdi kampus. "Saya akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan Pak Muchlas Samani (rektor lama) untuk membenahi infrastruktur, keamanan kampus, dan sistem akademik. Harapannya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu sudah saatnya naik kelas," katanya dalam pisah-kenal di rektorat setempat, Rabu. Didampingi rektor lama Prof Muchlas Samani, Guru Besar Ilmu Sosial Unesa itu menjelaskan pembenahan sistem akademik itu meliputi perubahan sistem, perubahan budaya, dan perubahan "mindset". "Kalau perubahan 'mindset' itu terkait dengan sivitas akademika, terutama dosen, maka perubahan sistem itu terkait dengan kurikulum yang harus disusun sesuai penjaminan mutu dari KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)," katanya. Misalnya, dosen mengajarkan mata kuliah dengan kurikulum X akan menghasilkan mahasiswa dengan kompetensi Y dan nantinya bekerja dalam bidang Z. "Jadi, semuanya ada kerangka kualifikasi atau jaminan yang jelas dan hal itu akan mengarah pada 'jatidiri' universitas," katanya. Hasil akhirnya adalah perubahan budaya. "Perubahan budaya itu mengarah pada terciptanya iklim intelektual yang ada pada semua sivitas akademika pada sebuah universitas," kata rektor baru yang siap menerima kritik dan saran dari seluruh sivitas akademika Unesa itu. Dalam kaitan itu, dirinya juga siap mewujudkan harapan dari perwakilan mahasiswa untuk membangun "student center". Sementara itu, perwakilan dosen mengharapkan rektor yang baru mampu membangun Unesa menjadi Pusat Literasi, kemudian perwakilan karyawan mengharapkan rektor baru memperhatikan kesejahteraan tenaga kontrak/honorer. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026