Surabaya (Antara Jatim) - Dinas Pendidikan Jawa Timur mengoptimalkan peran gugus sekolah yang berjumlah 3.036 lembaga untuk mempercepat implementasi Kurikulum 2013 (K-13), baik komunikasi dengan percetakaan buku kurikulum maupun pelatihan guru implementator kurikulum itu. "Kita bisa bergerak cepat karena Jatim memiliki gugus sekolah sebanyak 3.036 lembaga yang bisa mengoordinasikan 19.887 sekolah dasar dan 234.338 guru SD, sedangkan SMP dan SMA lebih mudah koordinasinya karena lebih sedikit," kata Kepala Dindik Jatim Dr Harun di Surabaya, Kamis. Di sela Halalbihalal dan Silaturrahmi pimpinan dan staf Dindik Jatim, ia menjelaskan masalah Kurikulum 2013 yang menjadi realita saat ini adalah sebagian besar buku untuk guru dan siswa belum sampai ke sekolah pada awal tahun pelajaran 2014/2015. "Realita lain adalah guru-guru yang sudah dilatih di tingkat nasional dan provinsi hanya mampu mencapai tingkat penerapan sekitar 70 persen dan juga hasil pelatihan yang didapat belum diimbaskan ke guru-guru lainnya," ucapnya. Tentang ijazah tingkat SMA/SMK yang mengalami keterlambatan akibat volume percetakaan logistik surat suara Pemilu Legislatif maupun Pilpres 2014, ia menjamin pencetakan ijazah dan SKHUN baru saja terselesaikan. "Mulai hari ini (7/8) didistribusikan ke daerah-daerah," katanya. (*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026