Ponorogo (Antara Jatim) - Sejumlah pemudik asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengapresiasi program angkutan mudik maupun balik gratis yang diselenggarakan Pemprov Jatim, namun sayang kuotanya terbatas.
"Bagus, program itu tentunya sangat membantu masyarakat. Sayang hanya sedikit yang mendapat kesempatan," kritik Hariyono, calon penumpang bus jurusan Surabaya.
Warga Kecamatan Sawoo yang telah lama mengadu nasib di daerah Rungkut, Surabaya Selatan ini awalnya berharap mendapat kesempatan ikut program mudik dan balik gratis yang
diselenggarakan Pemprov Jatim bekerja sama dengan pemkab/pemkot se-Jawa Timur.
Namun ia dan beberapa kerabatnya tidak beruntung karena berada di urutan akhir pendaftaran.
Dari ribuan pendaftar program mudik dan balik gratis dengan rute Surabaya-Ponorogo dan Ponorogo-Surabaya, hanya 420-an orang yang diakomodasi.
Mereka selanjutnya diangkut menggunakan tujuh armada bus yang telah dicarter Pemprov Jatim.
"Semoga tahun depan kuotanya ditambah. Partisipasi pihak swasta ataupun program mandiri oleh Pemkab Ponorogo mungkin bisa membuat keadaannya lebih baik lagi," cetus Nur, pemudik lain.
Program angkutan arus balik gratis dari Ponorogo diberangkatkan serentak pada Minggu (3/8) siang, melalui terminal kota setempat.
Plt Kepala Dishubkoninfo Kabupaten Ponorogo, Wanarko Arif mengatakan, pihaknya sejak
awal telah melakukan sosialisasi rencana pelaksanaan program balik gratis tersebut ke masyarakat, sehingga tidak ada diskriminasi ataupun perlakuan khusus bagi sebagian calon penumpang.
Bahwa tidak semua calon penumpang bisa terakomodasi, hal itu memang dikarenakan keterbatasan armada angkut sehingga tidak memungkinkan mengangkut seluruh/sebagian besar pemudik.
"Pemerintah memudahkan layanan ini, guna memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya yang membutuhkan atau tidak mampu untuk ikut dalam program tersebut. Banyaknya penumpang yang menyerbu bus balik merupakan bukti bahwa warga merespon positif program ini," ujarnya.
Menurut Winarko, program angkutan balik gratis diselenggarakan guna menekan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor saat pulang ke kampung halaman maupun kembali ke tempat kerja masing-masing.
"Program ini bertujuan menekan angka kecelakaan karena melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor sangat berisiko dan membahayakan keselamatan," jelasnya.
Mengenai keluhan masyarakat akan minimnya armada bus yang disediakan, Winarko berharap hal itu menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi pihak Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
"Karena antusias masyarakat yang begitu luar biasa, kami meminta untuk menambah lebih banyak lagi armada sehingga masyarakat yang menginginkan bisa lebih besar terangkut dalam program gratis ini," kata Winarko. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.