Bojonegoro (Antara Jatim) - Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu, mengamankan dua truk yang mengangkut material berupa tanah uruk dan batu kumbung, karena ada ketentuan truk dilarang beroperasi sejak "H-3" Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah.
"Dua truk yang mengangkut material tersebut kami hentikan ketika melintas di depan Pos PAM Hari Raya Idul Fitri di depan Stasiun Besar kereta api (KA)," kata Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar, Sabtu.
Menurut dia, kedua truk tersebut belum ditilang, karena kewenangan menilang di kepolisian, tetapi kedua truk tersebut saat ini diamankan dan akan dilepas setelah lebaran selesai.
Kedua truk tersebut, katanya, mengangkut material dari Tuban untuk dibawa ke Kecamatan Dander."Bersamaan itu ada sejumlah truk lainnya yang meloloskan diri. Dishub telah mengeluarkan surat edaran yang berisi truk dilarang beroperasi sejak 'H-3' sampai 'H +1'," jelasnya.
Sementara itu, petugas Kepolisian Resor (Polres), menghentikan sebuah truk yang melintas di depan Pos PAM di depan Stasiun Besar KA., namun dilepaskan kembali karena diketahui mengangkut kelapa.
"Isi angkutannya kelapa, ya tetap diperbolehkan jalan, sebab isinya menyangkut kebutuhan pokok masyarakat," jelasnya.
Ia juga menyebutkan truk lainnya yang tetap diperbolehkan beroperasi, di antaranya, truk yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan kebutuhan pokok, angkutan pos, ternak, dan air mineral.
"Truk-truk bermuatan khusus tersebut tidak dilarang, sebab kalau dilarang justru bisa menimbulkan permasalahan ekonomi," jelasnya.
. Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah perusahaan di Bojonegro terkait ketentuan truk dilarang beroperasi selama lebaran.
Ia berharap, dengan diterapkannya kebijakan tersebut, arus lalu lintas terutama selama masa angkutan lebaran 1435 H dapat berjalan lancar.
Menjawab pertanyaan, ia mengatakan di jalanan di daerahnya peningkatan pemudik baik dari arah timur Surabaya dan sekitarnya, juga dari arah barat meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan hari normal sejak sehari lalu.
"Kalau siang hari jumlah pemudik terbanyak dari arah timur Surabaya, tetapi kalau malam hari terbanyak dari arah Jawa Tengah," jelasnya. (*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.