Jember (Antara Jatim) - Pabrik semen baru akan dibangun di kawasan Gunung Sadeng di Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Jember, Ahmad Sudiono, Selasa.
"Kami sudah menyetujui pembangunan pabrik semen itu dan rencananya pembangunan pabrik yang memproduksi sekitar 1,5 juta ton semen per tahun akan dimulai tahun depan," tuturnya.
Menurut dia, investor yang akan mendirikan pabrik semen baru tersebut merupakan pelaku usaha lama di Jember dan sudah memiliki izin tambang kapur di Gunung Sadeng, bahkan izin penambangan yang dimiliki PT Asiatik di gunung kapur tersebut mencapai 40 hektare.
"Dengan beroperasinya pabrik semen baru diharapkan dapat menambah kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) Jember karena selama ini penambangan kapur di Gunung Sadeng kurang memberikan kontribusi yang maksimal akibat menjual kapurnya saja yang harganya murah," ucapnya.
Dengan produksi kuantitas yang cukup besar sebanyak 1.000 ton per bulan atau sekitar 1,5 juta ton per tahun, Ahmad berharap pabrik semen tersebut memiliki kualitas semen yang baik seperti semen Gresik, sehingga pemasarannya di Jember tidak akan sulit.
"Pabrik semen yang ada saat ini masih belum bisa untuk mencukupi kebutuhan semen nasional, bahkan saat ini bahan baku untuk membuat semen juga mulai menipis," katanya.
Untuk itu, salah satu peluang yang besar dimiliki oleh pabrik semen yang ada di Kecamatan Puger diharapkan mampu untuk menambah dan memenuhi kebutuhan nasional untuk produksi semen.
"Dengan didirikannya pabrik semen baru di kawasan Gunung Sadeng, berarti Jember memiliki dua pabrik semen yakni Pabrik Semen Puger dan satu lagi akan dibangun tahun depan, sehingga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang dapat mengurangi angka pengangguran di kabupaten setempat," paparnya.
Sementara Ketua Komisi B DPRD Jember Anang Murwanto meminta Pemkab Jember tidak terburu-buru memberikan izin operasional untuk pembangunan pabrik semen baru di kawasan penambangan kapur di Kecamatan Puger.
"Perlu ada kajian yang serius terlebih dahulu sebelum dibangun pabrik semen karena dikhawatirkan terjadi eksploitasi besar-besaran terhadap tambang kapur, serta aspek analisis dampak lingkungan (amdal) harus dikaji dengan matang," katanya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.