Banyuwangi (ANTARA) - Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso mengunjungi beberapa pelaku UMKM di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk membantu memperluas pasar dan mendorong ekspor produk mereka.

"Salah satu tujuan kami mendatangi pabrik furniture ini, bagaimana mendorong ekspor, dan menanyakan permasalahannya apa, kemudian bagaimana konsistensi ekspornya, dan nantinya kami bantu termasuk promosi produk mereka," kata Mendag Budi Santoso saat berkunjung ke PT Warisan Eurindo di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jumat.

Dia menilai produk mebel di pabrik furniture tersebut produknya sudah cukup bagus dan bahkan hari ini perusahaan itu telah mengekspor produk mebel kayu jati ke Malaysia.

"Baru saja pabrik ini melepas ekspor ke Malaysia, saya pikir produknya cukup bagus dan produknya juga dari kayu jati. Perusahaan ini juga memiliki sistem verifikasi legalitas dan kelestarian (SVLK), jadi ramah lingkungan," ujar Budi.

Dalam kesempatan itu, Mendag Budi menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan akan menggelar pameran khusus furniture pada bulan Oktober mendatang.

Agenda pameran khusus mebel itu, lanjut dia, akan mengundang dan mengajak seluruh eksportir untuk bergabung dalam kegiatan itu.

"Karena kami ingin ekspor furniture kita merajai dunia, apalagi produk yang bahannya dari rotan dan kayu jati," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono melepas ekspor koral atau karang hias hidup tujuan Amerika Serikat milik pembudidaya koral di Banyuwangi dengan nilai ekspor 2.500 dolar AS.

Kementerian Perdagangan berkomitmen akan terus mempromosikan produk-produk lokal serta memberikan pendampingan baik dari sisi pemasaran maupun pelatihan.

Bahkan, pemerintah telah memiliki Atase Perdagangan atau pejabat perwakilan perdagangan dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di 33 negara, dan mereka bertugas mencarikan pembeli atau mempromosikan produk-produk Indonesia.



 

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026