Surabaya, (Antara Jatim) - Capres Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur di Surabaya, Senin petang, yang diterima langsung Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah dan pengurus lainnya.
Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur Hasan Mutawakil di Surabaya, Senin, mengatakan pihaknya tidak menolerir manipulasi suara, karena itu pihaknya akan terus mengawal proses penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai dengan selesai.
"Ibaratnya, hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei ini seperti hisab, sementara hasil dari rukyiat itu sendiri akan diketahui pada tanggal 22 Juli mendatang oleh KPU," katanya.
Ia mengatakan kedatangan calon Presiden Jokowi ke PWNU Jawa Timur ini dalam rangka menjalin silaturahmi dengan pengurus PWNU Jawa Timur dan juga sejumlah kiai yang ada.
"Kami juga meminta kepada masyarakat Indonesia untuk bersikap dewasa dalam menerima hasil dari proses penghitungan untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam pemilihan Presiden ini," katanya.
Ia mengatakan siapapun nanti yang menjadi Presiden, diperlukan sikap kesatria dan juga senantiasan menjaga "tepo sliro" antara calon Presiden dan juga seluruh pendukung calon Presiden.
"NU sendiri akan mendukung penuh siapa yang menjadi pemerintahan yang sah dan selalu mengambil kebijakan yang memihak kepada masyarakat, karena hal itu sudah dilakukan oleh NU sejak dulu," katanya.
Namun demikian, kata dia, NU tidak akan segan-segan untuk memberikan kritik dan juga memberikan masukan serta jalan keluar jika memang pemerintahan tersebut tidak mendukung kebijakan masyarakat.
Sementara itu, Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, kedatangannya ke Jawa Timur ini ingin melihat proses penghitungan suara yang ada.
"Sesuai dengan hasil penghitungan cepat memang tidak begitu banyak berubah hasilnya dengan proses penghitungan nyata, dan hasilnya menang," katanya.
Ia mengatakan, memang hasilnya tidak sama seratus persen, tetapi 99 persen angka tersebut tidak banyak bergeser dari proses penghitungan cepat yang selama ini sudah dilakukan.
"Kondisi serupa juga terjadi di Jawa Barat dimana hasil dari proses penghitungan cepat tidak banyak berubah dengan hasil penghitungan nyata yang dilakukan oleh tim," katanya.
Pada pemilihan Presiden tahun 2014 ini diikuti oleh dua pasangan calon masing-masing Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan juga Joko Widodo-Jusuf Kalla. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.