Jember - (Antara Jatim) - Pihak Universitas Jember (Unej) sebagai panitia lokal 58 Jember, Jawa Timur, mengantisipasi praktik perjokian dengan memperketat pengawasan terhadap peserta yang mengikuti ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di kampus setempat, Selasa.
"Peserta hanya diperbolehkan membawa benda yang hanya dibutuhkan selama pelaksanaan ujian tulis seperti pensil, penghapus, dan rautan, sedangkan 'handphone', jam tangan, dan bolpoint tidak diperbolehkan dibawa masuk ke dalam ruangan," kata Ketua Pelaksana Harian SBMPTN Unej, dr Khaerudin M.Kes.
Sebanyak 10.772 peserta mengikuti ujian tulis SBMPTN Unej yang tersebar di 419 ruangan dengan jumlah pengawas yang dilibatkan dalam tes tulis tersebut sebanyak 1.181 pengawas yang terdiri dari dosen dan karyawan Unej, serta guru yang sekolahnya digunakan dalam ujian tulis SBMPTN tersebut.
Menurut dia, panitia sudah memberikan pembekalan kepada seluruh pengawas, agar dalam pelaksanaan ujian nanti bisa bertugas lebih maksimal dan mencegah terjadinya kemungkinan kecurangan, serta praktek perjokian.
"Kami sudah memberikan trik-trik khusus kepada pengawas untuk mempersempit ruang gerak peserta melakukan kecurangan, sehingga mereka bisa mengetahui peserta SBMPTN yang melakukan perjokian atau berbuat curang dalam mengikuti ujian tulis," tuturnya.
Pengawas, lanjut dia, juga harus mengenali tanda atau sikap yang mencurigakan dari peserta dan beberapa produk elektronik yang bisa menjadi alat pengintai yang dilengkapi dengan kamera tersembunyi.
"Perangkat itu bisa berupa kacamata, bolpoint, jam tangan, dan beberapa aksesoris yang biasanya dikenakan di baju peserta, sehingga pengawas sudah kami imbau untuk memantau gerak-gerik peserta yang mencurigakan sebagai upaya untuk mengantisipasi perjokian," paparnya.
Ia menjelaskan pengawas juga harus teliti dalam mencocokkan peserta dengan foto pada tanda peserta karena setiap ruangan ada album peserta yang ikut ujian tulis dan tempat duduk peserta juga diacak oleh tim teknologi informasi Universitas Jember.
"Biasanya perjokian dimulai pada saat peserta mendaftar secara bersamaan, sehingga panitia mengacak tempat duduk peserta untuk mencegah terjadinya perjokian yang sering muncul pada saat pelaksanaan tes tulis SBMPTN," katanya. (*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.