Kediri (Antara Jatim) - Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam memvalidasi daftar pemilih sebagai persiapan Pemilu Presiden 2014, melibatkan semua pihak agar lebih efektif. "Untuk bisa memvalidasi, dari panwas, komite pemantau pemilu, serta partai yang ikut mengusung calon presiden mohon bisa duduk bersama kemudian lakukan validasi bersama. Jika dilakukan verifikasi kembali, khawatir waktunya tidak cukup," katanya menanggapi proses pemutakhiran daftar pemilih Pemilu Presiden 2014, Minggu. Khofifah yang juga juru kampanye nasional calon Presiden Joko Widodo-Cawapres Jusuf Kalla, ditemui dalam puncak peringatan hari lahir Muslimat NU yang ke-68 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kota Kediri, Jawa Timur, menyebutkan, daftar pemilih selalu menjadi salah satu masalah dalam manajemen penyelenggaraan pemilu. Menurut dia, ada sebagian warga yang tidak mendapatkan haknya untuk memberikan suara dalam pemilu, yang disebabkan tidak terdata dalam daftar pemilih. Pihaknya menyebut, masalah dalam daftar pemilih menjadi sesuatu yang terus berulang. Untuk itu, KPU perlu duduk bersama dengan pihak-pihak yang berkepentingan untuk membantu memverifikasi daftar pemilih. Terlebih lagi, waktu untuk penyelenggaraan Pemilu Presiden 2014, sudah sangat dekat, sehingga harus secepatnya diambil keputusan, terutama terkait dengan daftar pemilih. Khofifah berharap tidak ada warga yang berhak memberikan suaranya tidak terdata dalam pemilu presiden. Sebab, jika masalah hak pilih belum tuntas, akan mencederai proses pemilihan. KPU pusat sampai saat ini belum menetapkan daftar pemilih tetap (DPT). KPU memprediksi, jumlah pemilih tetap pada Pemilu Presiden 2014 bisa bertambah dibanding Pemilu Legislatif 9 April 2014. Angka daftar pemilih sementara pada pemilu presiden sebesar 186,8 juta jiwa, yang merupakan DPT Pemilu Legislatif, 9 April 2014. Jumlah DPT pada pemilu presiden nantinya adalah jumlah DPT pada pemilu legislatif ditambah daftar pemilih khusus, pemilih yang baru berusia 17 tahun saat verifikasi pemilu presiden, dan daftar pemilih khusus tambahan yang belum teridentifikasi. Sampai saat ini, proses pemutakhiran masih terus berlangsung. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026