Amman (Antara/AFP) - Yordania, Senin, mengusir duta besar Suriah karena melakukan "penghinaan berulang" terhadap kerajaan itu, yang segera menimbulkan tindakan balasan dari Damaskus, yang memerintahkan diplomat Amman meninggalkan negara itu.
Di medan tempur, pemberontak Suriah bergerak maju di daerah baratlaut negara itu, merebut beberapa pos pemeriksaan militer dan semakin dekat untuk merebut dua pangkalan besar, kata kelompok pemantau dan pegiat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jordania Sabah Rafi mengatakan pemerintah mempertimbangkan dubes Suriah Bahjat Suleiman untuk "dipersona non gratakan" dan mendesak ia meninggalkan negara itu dalam 24 jam.
"Keputusan itu dibuat setelah Suleiman berulang-ulang menghina Yordania dan para pemimpin, institusi-institusi dan para warganya, melalui pertemuan-pertemuan, tulisan dan laman media soisialnya," katanya, yang dikutip kantor berita pemeritnah Petra.
Rafi mengatakan pemerintah Jordania, yang menampung ratusan ribu pengungsi Suriah "berulang-ulang memperingatkan Suleiman jangan mengeksploitasi kesediaan Yordania untuk menampung mereka," katanya.
"Suleiman menggunakan Yordania sebagai satu satu panggung untuk mempertanyakan sikapnya dan membuat tuduhan-tuduhan palsu terhadap kerajaan itu," katanya.
"Ia juga menggnakan Yordania untuk menghina langsung negara-negara Arab saudara dan tetangga dan para pemimpin mereka," katanya.
Sekitar 100 warga Suriah melakukan protes ddi luar kedubes Suriah di Amman untuk menyatakan dukungan pada utusan Yordania itu.
Suriah segera bereaksi terhadap tindakan Yordania itu dan mengumumkan mengusir kuasa usaha Yordania dari Damaskus. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.