Gresik, (Antara Jatim) - Wakil Bupati Gresik, Jawa Timur, Muhammad Qosim mengatakan, penderita penyakit kusta di wilayahnya menurun dari 156 penderita di tahun 2011 menjadi 106 penderita di tahun 2013, setelah adanya surat keputusan pembentukan tim pendamping orang yang mengalami kusta. "Pada tahun 2011 jumlah penderita kusta di Gresik mencapai 156 orang. Jumlah ini menurun pada tahun 2012 menjadi 110 penderita, dan setahun kemudian yakni tahun 2013 menjadi 106 penderita," kata Qosim yang menyampaikan data Dinas Kesehatan setempat, Senin. Dikatakannya, penurunan angka penderita kusta ini juga berkat kerja sama semua unsur kelompok masyarakat di Kabupaten Gresik yang terus mendukung koordinasi penanganan kusta. "Langkah kerja sama itu dilakukan oleh masyarakat setelah Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menerbitkan surat keputusan pembentukan tim pendamping orang yang pernah mengalami kusta, dan tim ini terdiri dari berbagai dinas dan instansi, serta berbagai elemen masyarakat," katanya. Ia menjelaskan, kinerja tim ini adalah memberikan advokasi, sosialisasi, pelatihan serta berbagai bantuan setelah surat keputusan bupati itu terbit. "Upaya dalam menyehatkan masyarakat akhirnya terbukti, dan jumlah penderita kusta terus menurun dari tahun ketahun," katanya. Sebelumnya, Mohammad Qosim juga telah menerima kunjungan tim dari organisasi "Sasakawa Memorial Health Foundation" (SMHF) yang mempunyai kepedulian terhadap penyakit kusta. Tim ini mengakui dan melihat secara langsung keberhasilan kegiatan pemberdayaan orang yang pernah mengalami kusta untuk turut bersama-sama menyembuhkan penyakit kusta. "Tujuan kedatangan tim luar negeri ke Gresik beberapa waktu lalu hanya untuk penguatan partisipasi orang yang pernah mengalami kusta terhadap pelayanan kusta di Gresik," kata Qosim. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026