Surabaya (Antara Jatim) - Kekhawatiran rendahnya pemilih saat dilakukan pencoblosan ulang akibat adanya beberapa surat suara yang tertukar tampaknya tidak terbukti, termasuk di Jatim yang dilaksanakan pada 10 kabupaten/kota. Bahkan, coblos ulang di sejumlah daerah di Jatim justru tinggi atau tidak sepi, seperti 23 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Nganjuk, yang dibanjiri ribuan warga saat pencoblosan ulang untuk Pemilu Legislatif 2014, Minggu (13/4). "Pemilu sebelumnya (9/4), surat suara tertukar, jadi diagendakan pencoblosan ulang," kata Komisioner KPU Kabupaten Nganjuk M Agus Rahman Hakim. Ia mengatakan KPU telah mengajukan permintaan surat suara sekitar 6.700 surat suara untuk pemilu legislatif 2014 dengan agenda pencoblosan ulang ini. "Tertukarnya surat suara itu, kata dia, beragam penyebabnya. Ada yang karena terselip, ada yang tidak sesuai dengan label saat diambil, ataupun kurang telitinya panitia saat mengambil surat suara. Ia juga menyebut pencoblosan ulang itu hanya dilakukan untuk DPRD Kabupaten Nganjuk serta DPRD Provinsi Jatim. Sementara, untuk DPR RI serta DPD tidak ada masalah. Kendati diulang, tingkat partisipasi pemilih saat pencoblosan ulang di sejumlah TPS Kabupaten Nganjuk tidak menurun, namun cukup tinggi. Misalnya, di TPS 2 Desa Balongrejo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Dari 333 pemilih di desa ini, tingkat kehadiran lebih dari 80 persen. "Sudah 269 pemilih yang memberikan hak suaranya di pencoblosan ulang ini, lebih banyak daripada sebelumnya yang hanya 250 pemilih," kata Ketua KPPS di TPS 2 Desa Balongrejo, Djuwariyah. Selain sosialisasi yang dilakukan terus menerus, panitia juga membuat terobosan dengan memberikan sejumlah hadiah yang dikemas dalam bentuk undian. Hadiah itu beragam seperti televisi 14 inch, kipas angin, setrika listrik, payung, dan sejumlah hadiah lainnya. Tingginya tingkat partisipasi pemilih juga terlihat di TPS 11 Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Sampai pukul 10.00 WIB, dari 224 pemilih yang terdata sudah 167 warga yang memberikan hak suaranya, padahal saat pemilu sebelumnya, Rabu (9/4), hanya 158 warga yang memberikan hak suaranya. Eli, salah seorang pemilih mengaku tidak keberatan jika harus mencoblos ulang. Ia juga sudah diberikan surat undangan oleh panitia sebelumnya. "Saya tidak keberatan. Ini untuk memilih calon wakil dari DPRD Kabupaten Nganjuk," kata Eli. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Bojonegoro, karena pemilih tetap mendatangi enam tempat pemungutan suara (TPS) untuk melakukan pencoblosan ulang calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten daerah pemilihan (dapil) I. Minat warga datang ke TPS untuk pencoblosan ulang di enam TPS cukup bagus. "Tadi, saya sudah memantau di sejumlah TPS yang melaksanakan pencoblosan ulang," kata Kapolsek Kecamatan Kota, Kompol Suroto, ketika meninjau TPS 1 di Kelurahan Ledokkulon. Bagusnya minat warga untuk melaksanakan pencoblosan ulang juga dibenarkan Anggota Panwascam Kecamatan Kota, Mamik Slamet, yang menyebutkan di semua TPS yang melaksanakan pencoblosan ulang tetap didatangi warga. Enam TPS di Bojonegoro yang melaksanakan pencoblosan ulang yaitu TPS 14 Desa Sukorejo, TPS 9 Desa Pacul, TPS 1 dan 6 Kelurahan Ledokkulon, TPS 5 Kelurahan Jetak, dan TPS 13 Kelurahan Karangpacar, semuanya di Kecamatan Kota, yang masuk dapil I. Coblos ulang juga dilakukan warga delapan desa di dua kecamatan di Sumenep, Madura, yakni Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Batuputih. TPS di Banyuputih adalah TPS 8 Desa Batuputih Laok, TPS 2 Desa Sergang, TPS 7 Desa Batuputih Daya, TPS 2 Desa Batuputih Kenek, TPS 6 Desa Juruan Daya, dan TPS 8 Desa Juruan Laok. Dua TPS di Kecamatan Ambunten, yakni TPS 8 Desa Tamba Agung Tengah dan TPS 4 Desa Keles. Agak sedikit berbeda terjadi di Gresik, karena partisipasi masyarakat dalam pencoblosan ulang di Desa Klangonan, Kabupaten Gresik, menurun, dari total 407 daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 04, hanya 320 pemilih yang menggunakan hak pilihnya, padahal sebelumnya mencapai 353 pemilih, namun jumlahnya masih berkisar 300-an. KPU Pusat Memantau Pencoblosan ulang di Jawa Timur dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim pada 81 TPS yang tersebar pada 10 Kabupaten/Kotamadya. Ke-81 TPS yakni di Surabaya ada 22 TPS, Ponorogo ada empat TPS, Lumajang ada tiga TPS, Kabupaten Mojokerto ada enam TPS, Sumenep ada delapan TPS, Gresik ada tiga TPS, Nganjuk ada 21 TPS, Bojonegoro ada delapan TPS, Kabupaten Madiun ada enam TPS, dan beberapa TPS di Pamekasan. "Jumlah TPS yang mengalami surat suara tertukar itu juga sudah ada yang langsung melakukan pencoblosan pada hari H (9/4) dengan persetujuan dengan Panwas setempat, tentu surat suara yang tertukar sudah diganti dengan surat suara yang masih tersedia," kata Komisioner KPU Jawa Timur, Choirul Anam. Ia mengatakan pencoblosan ulang itu sesuai dengan SE KPU RI, sehingga semuanya sudah sesuai dengan aturan. Saat pelaksanaan coblos ulang di Jatim itu, dua komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat yakni Arief Budiman dan Sigit Pamungkas memantau pelaksanaan coblos ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15, Kelurahan Kalirungut, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. "Saya ucapkan terima kasih atas partisipasi bapak dan ibu semua karena masih mau mencoblos lagi," kata Arief Budiman saat mengunjungi TPS 15 Kalirungkut itu bersama rekannya itu. Arief mengimbau kepada para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk lebih teliti dan seksama dalam meneliti surat suara lagi. "Mungkin saat coblosan yang lalu, petugasnya lupa membuka surat suara," katanya. Pada 9 April lalu, surat suara yang sudah tercoblos jumlahnya 13 buah, sedangkan yang belum tercoblos empat buah. Saat itu yang mengetahui adanya surat suara tertukar adalah salah seorang pemilih. Dalam coblosan ulang di TPS 15 itu hanya dihadiri tiga orang saksi yakni dari Partai Golkar, PKS dan PKB. Ketika coblosan pada 9 April lalu, saksi dari seluruh partai hadir. Di TPS 15, DPT mencapai sebanyak 489 pemilih. "Pileg tahun ini pemilihnya lebih dari 65 persen, sedangkan pada pemilu 2009, pemilihnya mencapai 48 persen. Berarti ada kenaikan untuk pemilu di Surabaya," kata Ketua KPU Surabaya, Eko Waluyo. Sementara itu, Camat Rungkut, Kota Surabaya, Ridwan Mubarun, membagikan "doorprize" (hadiah) kepada warga yang mempunyai hak pilih sebagai langkah terobosan untuk meminimalkan golput dalam coblos ulang Pemilu Legislatif di wilayahnya. "Inisiatif timbul saat adanya pemberitahuan dilakukannya coblos ulang di tiga TPS di kecamatan Rungkut. Saat itu, saya berpikir jika digelar pada hari Minggu, tentunya banyak warga Rungkut yang ke pabrik sehingga banyak yang golput," katanya. Namun demikian, lanjut dia, sebelum pelaksanaan coblos ulang, pihaknya tetap melakukan sosialisasi kepada pengurus RT dan RW setempat. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesan bahwa apa yang dilakukannya bertujuan politis atau pesanan dari caleg lain. Ridwan mengatakan hingga pukul 10.30 WIB, tingkat partisiapsi warga tinggi dengan dibuktikan warga yang sudah hadir di TPS 15 mencapai 325 pemilih dari total 489 pemilih. "Kalau pemilu 9 April lalu total hanya 340 orang, tapi coblos ulang justru ramai, karena belum selesai sudah banyak yang hadir," katanya. Lancarnya pelaksanaan coblos ulang itu juga tak lepas dari pengawalan yang dilakukan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur terhadap pencoblosan ulang Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 yang dilaksanakan pada 10 daerah kabupaten/kota di Jatim. "Untuk pencoblosan ulang, kami telah menyiapkan 13 SSK (satuan setingkat kompi) atau sekitar 1.300 personel Brimob untuk melakukan pengamanan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono di Surabaya (11/4). Ia mengatakan seribu lebih personel Brimob itu sudah ditempatkan di zona-zona yang telah ditentukan dan jika dibutuhkan tinggal digeser ke daerah yang membutuhkan "back up" pasukan lebih banyak. "Personel Brimob itu tidak dipecah, karena hanya akan dijadikan kekuatan pemukul. Yang disebar personel yang ada di Polres, tapi bila membutuhkan bantuan akan didukung personel Brimob itu," katanya. Namun, personel Brimob itu sudah disiapkan pada 10 zona, seperti Surabaya, Banyuwangi, Ponorogo, Kabupaten Madiun, Bojonegoro, Nganjuk, Gresik, Pamekasan, Kabupaten Mojokerto, dan Lumajang. Khusus untuk Lumajang, dijaga satu SSK Sabhara. Agaknya, tingginya kesadaran masyarakat dan dukungan aparat keamanan telah membuat pencoblosan ulang di Jatim tidak sepi, sehingga tinggal para politisi yang dipercaya rakyat itu memegang amanah tanpa mengingkari aspirasi. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026