Lamongan, (Antara Jatim) - Asisten Kepala Perusahaan Umum Bulog Sub-Divre Jawa Timur Sukandar mengatakan realisasi penyerapan beras hingga 28 Maret 2014, terbesar berada di Kabupaten Lamongan, yakni sebesar 8.367 ton atau sekitar 24,6 persen dari target awal. "Target pengadaan beras dalam negeri untuk wilayah Sub Divre Bojonegoro tahun ini sebesar 200 ribu ton. Rinciannya Bojonegoro dijatah 100.000 ton, Tuban 66.000 ton dan Lamongan 34.000 ton," kata Sukandar saat "Sosialisasi Program Satu Desa Satu Lumbung Pangan dan Pengadaan Gabah Dalam Negeri" di Pendopo Lokatantra, Lamongan, Selasa. Ia mengatakan untuk realisasi penyerapan beras hingga 28 Maret 2014 di wilayah kerjanya, secara keseluruhan baru tercapai 17.119 ton atau 8,6 persen. Adapun rinciannya untuk Bojonegoro penyerapannya 3.566 ton (3,6 persen), Tuban 5.186 ton (7,9 persen) dan Lamongan 8.367 ton (24,6 persen). Meski demikian, Sukandar mengakui kemampuan Bulog untuk membeli hasil panen petani di Kabupaten Lamongan hanya sebatas 7 persen. Pihaknya berharap melalui program "Satu Desa Satu Lumbung Pangan" yang dicanangkan Pemkab Lamongan dapat menjaga ketersediaan beras serta ketahanan pangan dan stabilitas harga komoditas, karena program itu sangat bagus. Bupati Lamongan Fadeli mengatakan petani memiliki kedudukan yang strategis, namun petani juga sering dirugikan karena jatuhnya harga komoditas pangan di saat panen raya dan keterbatasan modal usaha, termasuk untuk pengolahan. Oleh karena itu, Pemkab Lamongan pada tahun ini telah mencanangkan program "Satu Desa Satu Lumbung Pangan" untuk menjaga stabilitas harga komoditas, terutama padi. "Dari 474 desa dan kelurahan di Lamongan, masih terdapat 229 desa yang belum mempunyai lumbung pangan. Tahun 2014, Pemkab Lamongan mengalokasikan dana Rp1 juta untuk setiap desa guna membangun lumbung pangan," katanya. Bupati berharap dari 19.611 hektare lahan yang saat ini siap panen, hasilnya tidak langsung dijual, namun dapat disimpan di lumbung pangan desa setempat sehingga ada nilai tambah bagi gabah yang dipanen dan bisa lebih memberi kesejahteraan. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026