Banyuwangi (Antara Jatim) - Tim putri Gresik Petrokimia mengejar peluang tersisa untuk menembus babak empat besar kompetisi bola voli BSI Proliga 2014 dengan menargetkan tambahan poin maksimal pada seri kedua putaran II di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, Jawa Timur, 7-9 Februari.
Pelatih Gresik Petrokimia Mashudi yang ditemui usai memimpin sesi latihan timnya di Banyuwangi, Kamis petang, mengakui peluang timnya lolos ke babak empat besar memang cukup berat, karena harus bisa mengambil minimal tiga kemenangan dari empat laga tersisa selama dua seri tersisa.
"Di seri Banyuwangi ini, kami berharap bisa mengambil poin absolut dari dua laga melawan Jakarta Pertamina Energi (7/2) dan Jakarta Electric PLN (9/2). Dua lawan itu memang berat, tetapi saya meminta anak-anak untuk tidak menyerah sebelum bertanding," katanya.
Pada pertemuan sebelumnya di putaran pertama, Novia Andriyanti dan kawan-kawan kalah dari kedua calon lawannya tersebut. Bahkan, Jakarta Pertamina yang dihuni kumpulan pemain timnas Indonesia dan Thailand hingga berakhirnya seri pertama putaran II di Malang akhir pekan lalu, belum pernah tersentuh kekalahan.
Sementara Jakarta Electric menjadi saingan terdekat Gresik Petrokimia dalam perburuan tiket empat besar. Electric kini menempati posisi ke-4 klasemen sementara dengan nilai 12 atau unggul lima angka dari Petrokimia yang berada tepat di bawahnya.
Gresik Petrokimia yang menempati peringkat ketiga pada kompetisi BSI Proliga 2013, musim ini tampil kurang konsisten dan sempat menelan empat kekalahan beruntun di dua seri awal. Hingga kini, Petrokimia baru memenangi dua laga dari delapan kali pertandingan yang sudah dimainkan.
"Sekecil apapun peluang yang ada harus bisa dimaksimalkan. Pertamina memang tim kuat, tetapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan. Saya berharap anak-anak tampil habis-habisan di seri Banyuwangi ini," tambah Mashudi.
Pelatih yang pernah membawa tim putra Palembang Bank Sumsel-Babel merebut dua kali gelar juara Proliga (2011 dan 2013) itu, mengungkapkan faktor mental pemain yang sering kendor menjadi salah satu penyebab jebloknya prestasi Gresik Petrokimia, karena dari sisi permainan dan materi pemain cukup bisa bersaing.
Sementara itu, Wakil Direktur Proliga Regi Nelwan mengatakan persaingan perebutan tiket empat besar baik di kelompok putra maupun putri masih cukup ketat, sehingga pertandingan seri Banyuwangi dipastikan berlangsung lebih sengit dan mendebarkan.
"Laga lanjutan di Banyuwangi ini menjadi salah satu penentu siapa saja tim yang bakal lolos ke babak empat besar. Saat ini, baru tim putri Jakarta Pertamina yang kini berada di puncak klasemen, yang posisinya sudah aman," katanya.
Pada seri kedua putaran II di Banyuwangi ini, tim putra Surabaya Samator yang bertindak sebagai tuan rumah, seperti halnya pada kompetisi musim lalu. Pemegang tiga gelar Proliga itu kini menempati posisi klasemen dengan nilai 18 dan tinggal selangkah lagi memastikan lolos ke "final four".
"Kami tetap menargetkan kemenangan pada dua laga di kandang sendiri, meskipun sebenarnya tinggal membutuhkan tambahan dua angka untuk lolos empat besar. Kami akan tetap tampil ngotot dan menurunkan formasi terbaik," kata Manajer tim Surabaya Samator, Hadi Sampurno. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.