Pacitan (Antara Jatim) - Bencana puting beliung kembali melanda salah satu perkampungan di Desa Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Selasa siang, sehingga menyebabkan sedikitnya 13 rumah warga rusak dan ratusan pohon tumbang. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kedua yang terjadi di Pacitan dalam dua hari terakhir. "Kerusakannya rata-rata kategori sedang dan ringan. Kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didit Maryanto. Untuk memastikan dampak kerusakan dan nilai kerugian yang ditimbulkan, pihak BPBD hingga kini masih terus melakukan pendataan di lapangan. Perbaikan rumah yang terdampak amukan angin puting beliung juga langsung dilakukan warga bersama jajaran relawan BPBD, petugas kecamatan, polsek, koramil secara gotong royong. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Pujono menambahkan terjangan angin puting beliung juga telah merusak 11 rumah warga Dusun Ngobyok, Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, pada Senin (20/1). Namun, hingga kini pihak BPBD baru sebatas mendistribusikan bantuan sembako kepada para keluarga yang kediamannya diterjang puting beliung. Paket bantuan itu antara lain berisi lima kilogram beras dan lima bungkus mi instan. "Untuk bantuan perbaikan rumah akan kami ajukan dulu ke pak bupati setelah data-data lengkap," ujarnya. Selain rawan puting beliung, wilayah Pacitan juga rentan bencana tanah longsor dan banjir, sehingga BPBD berharap agar warga meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan berlangsung. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026