Jember (Antara Jatim) - Jumlah sukarelawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) untuk Presiden 2014 yang dideklarasikan beberapa waktu lalu semakin bertambah hingga jumlahnya mencapai ratusan orang di Kabupaten Jember.
"Saat pertama kali dideklarasikan pada akhir Desember 2013, jumlah relawan pendukung Jokowi sebanyak 25 orang, namun kini jumlahnya mencapai 300 orang dan diprediksi terus bertambah," kata Koordinator Relawan Pendukung Jokowi di Jember, Lukman Winarno, Minggu.
Ratusan relawan itu, kata dia, tersebar di enam daerah pemilihan (dapil) yang berada di 31 kecamatan di Kabupaten Jember dan mereka tidak hanya berasal dari kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan saja.
"Memang sebagian besar adalah kader dan pengurus PDI Perjuangan, namun ada juga yang berasal dari organisasi, aktivis mahasiswa, organisasi masyarakat (ormas) dan partai politik lain," ucap Lukman yang juga Wakil Ketua DPRD Jember itu.
Selain dukungan relawan, lanjutnya, komunitas Relawan Pendukung Jokowi tersebut juga mendapat banyak dukungan berupa tempat atau posko dan sarana publikasi seperti poster dan baliho "Jokowi For President" di beberapa titik.
"Hari ini dari komunitas relawan yang berbeda memasang banner 'Jokowi For President' di Kecamatan Tanggul dan selanjutnya di Puger dan Pakusari," tuturnya.
Ia menjelaskan figur Jokowi sangat layak menjadi Presiden Republik Indonesia dan secara faktual Gubernur DKI Jakarta tersebut populer, bahkan sejumlah survei menempatkannya di urutan pertama.
Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Jember Kusen Andalas mengakui kader dan pengurus partai menjagokan Jokowi dalam Pemilu Presiden 2014 dan munculnya komunitas tersebut sebagai aspirasi, serta keinginan sebagian kader PDI Perjuangan Jember.
"Sah-sah saja mereka menggalang dukungan untuk Jokowi sebagai calon presiden, namun dukungan tersebut bukan sikap resmi dari DPC PDI Perjuangan Jember," ucap Kusen yang juga Wakil Bupati Jember itu.(*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.