Gresik (Antara Jatim) - Kerugian bencana yang melanda Kabupaten Gresik sepekan sebelumnya mencapai Rp5 miliar, karena kerusakan beberapa fasilitas dan jalan utama di sejumlah titik. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik, Ir Bambang Isdianto, Selasa mengatakan, kerugian itu akibat bencana seperti banjir luapan Kali Lamong, Bengawan Solo serta tanah longsor yang terjadi di Pulau Bawean. "Untuk sementara kami masih melakukan pendataan di sejumlah titik jalan yang rusak, di antaranya jalan penghubung kecamatan dan sejumlah irigasi. Namun untuk kerugian seluruhnya diperkirakan mencapai Rp5 miliar," katanya.; Dikatakannya, perbaikan jalan akan diprioritaskan untuk jalan utama penghubung kecamatan, agar bisa segera dilalui kendaraan dan menggerakan aktifitas perekonomian. Bambang mengaku pihaknya juga akan memperbaiki ruas jalan di Pulau Bawean yang rusak akibat tanah longsor dengan kerusakan yang mencapai kedalaman 45 meter "Untuk perbaikan jalan di Bawean membutuhkan waktu cukup lama, karena tanah yang longsor cukup dalam, namun kami akan segera ke lokasi melakukan perbaikan sesuai perintah bupati," katanya. Sebelumnya, banjir akibat luapan Kali Lamong dan Bengawan Solo yang melanda Kabupaten Gresik merendam sedikitnya 7.917 rumah warga di lima kecamatan, yakni Kecamatan Benjeng, Cerme, Menganti, Kedamean dan Benjeng. Selain itu, berdasarkan data Dinas Pertanian banjir juga merusak sedikitnya 4.676 hektare lahan pertanian padi, dan membuat gagal panen. Sementara untuk bencana tanah longsor di Pulau Bawean yang disebabkan curah hujan tinggi mengakibatkan puluhan rumah warga rusak di tiga desa, dua kecamatan.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026