Baghdad (Antara/AFP) - Sepuluh pemboman dan satu serangan penembakan menewaskan sedikitnya 12 orang dan mencederai 19 lain di Irak, Jumat, kata sejumlah pejabat.
Sembilan bom meledak di dan sekitar kota Baquba, sebelah utara Baghdad, menewaskan tujuh orang dan melukai delapan, kata seorang polisi dan seorang dokter.
Tiga dari mereka yang tewas dan dua korban cedera berasal dari keluarga yang sama, kata sumber-sumber itu.
Serangan tunggal paling mematikan terjadi di Yusifiyah, sebelah selatan Baghdad, ketika bom pinggir jalan meledak di dekat sebuah pasar, menewaskan sedikitnya empat orang dan mencederai 11 lain, kata pejabat-pejabat keamanan dan medis.
Di Baghdad, orang-orang bersenjata yang menggunakan senapan berperedam suara membunuh seorang pegawai kementerian kehakiman di daerah Amriyah.
Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa.
Dengan kekerasan terakhir itu, lebih dari 570 orang tewas sepanjang bulan ini, dan jumlah kematian telah mencapai lebih dari 5.200 sejak awal tahun ini, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas sumber-sumber medis dan keamanan.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut, namun militan Sunni dan Al Qaida meningkatkan kekerasan tahun ini, khususnya terhadap warga Syiah yang mereka anggap menyimpang dari ajaran Islam.
Hampir 900 orang sipil tewas di Irak pada September, menurut misi PBB di Irak.
Kekerasan Jumat itu merupakan yang terakhir dari gelombang pemboman dan serangan bunuh diri di tengah krisis politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki dan mitra-mitra pemerintahnya dan pawai protes selama beberapa pekan yang menuntut pengunduran dirinya.
Lebih dari 800 orang tewas dalam serangan-serangan selama Agustus, yang telah menjadi salah satu bulan paling mematikan di Irak.
Berdasarkan data yang dihimpun PBB dan pemerintah Irak, Juli merupakan bulan paling mematikan dalam lima tahun dengan jumlah korban tewas lebih dari 1.000 orang. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.