Surabaya (Antara Jatim) - Kesebelasan Persebaya Surabaya mengejar rekor sempurna sebagai tim yang tidak pernah kalah saat menghadapi Perseru Serui pada pertandingan final kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Manahan Solo, Sabtu (14/9).
Asisten Manajer Persebaya Divisi Utama Amran Said Ali kepada wartawan di Surabaya, Rabu, mengatakan target timnya untuk menggenggam tiket promosi ke Liga Super Indonesia sudah tercapai dan tinggal selangkah lagi untuk menuntaskan perjuangan merebut gelar juara musim ini.
"Anak-anak sudah melewati rintangan besar dengan memastikan lolos ke Liga Super. Sekarang kami tinggal fokus mengejar gelar juara yang sudah di depan mata," kata Amran.
Persebaya lolos ke babak final sekaligus merebut tiket promosi Liga Super setelah mengalahkan Persikabo Bogor dengan skor 4-1 pada semifinal, Minggu (8/9). Sementara Perseru Serui mengkandaskan Persik Kediri dalam drama adu penalti yang berakhir 7-6, setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu.
Setelah memastikan lolos Liga Super, lanjut Amran, motivasi seluruh pemain untuk membawa pulang gelar juara Divisi Utama musim 2013 ke Surabaya sangat tinggi dan mereka juga dalam kondisi siap tempur.
"Saat ini tim tetap berada di Solo untuk persiapan menghadapi laga final. Mereka terus menjalani latihan intensif dan memantapkan strategi untuk meredam Perseru," ujarnya.
Jika sukses menaklukkan Perseru di laga final, Persebaya Surabaya akan mencatat rekor sempurna sebagai tim yang tidak pernah kalah sepanjang musim ini, sejak babak reguler hingga final.
Dari 21 pertandingan yang dimainkan sejak babak reguler hingga semifinal lalu, tim berjuluk "Bajul Ijo" membukukan kemenangan sebanyak 16 kali dan enam kali imbang.
Pelatih Persebaya DU Tony Ho menambahkan pihaknya sudah mengantongi kekuatan Perseru Serui yang memiliki materi pemain dengan kemampuan cukup merata di semua lini.
"Kami terus berdiskusi dengan tim pelatih dan pemain untuk menyiapkan strategi menghadapi Perseru. Ada beberapa pemain lawan yang perlu diwaspadai, tetapi kami cukup optimistis bisa mengatasi mereka," katanya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.