Madiun (Antara Jatim) - Masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya dengan baik atau golongan putih (golput) pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun 2013 mencapai 35 persen.
"Angka golput pada pilkada kali ini sebesar 35 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 142.463 pemilih," kata Komisioner KPU Kota Madiun Kokok Heru Purnomo, Sabtu.
Menurut dia, angka golput tersebut lebih kecil daripada angka golput pada Pilkada Kota Madiun 2008 yang mencapai sekitar 38 persen.
Penurunan tersebut, kata dia, dipengaruhi oleh gencarnya sosialisasi yang diberikan oleh KPU, di samping tingkat kesadaran menyalurkan hak pilih masyarakat Kota Madiun yang meningkat.
Kokok menjelaskan, untuk penghitungan suara di tingkat PPS, telah selesai dan diplenokan pada hari Jumat (30/8). Selanjutnya, akan dilakukan penghitungan di tingkat PPK.
"Rekapan hasil TPS per PPS sudah diserahkan ke PPK. Pada tanggal 1 September nanti diplenokan di tingkat PPK dan pada tanggal 4 September rekapitulasi akan dilakukan di tingkat KPU," terangnya.
Berdasarkan hasil penghitungan tingkat PPS, pasangan calon yang unggul sementara meraup suara terbanyak adalah pasangan calon Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (Baris Jilid II) mencapai 45.323 suara (49,26 persen), disusul pasangan calon Parji-Indah Raya (Pari) 30,188 (32,96 persen).
Dua pasangan dari jalur perseorangan, yaitu Achmad Zainudin Iskan-Kushendrawan (AWAN 19) masing-masing meraih 7.148 suara (7,80 persen) dan pasangan Muchid Sutono-Karni (Murni) 4.973 (5,43 persen).
Pasangan Sutopo-Tri Nuryani alias Anie Carera (Top Care) meraih 2.333 (2,55 persen), dan urutan paling akhir pasangan Arief Purwanto-Hari Sutji Kusumedi (AH) 1.833 (2,00 persen).
"Untuk jumlah kehadiran dan suara sah atau tidak sah nanti akan diumumkan setelah pleno KPU. Hasil ini masih sementara," ucapnya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.