Malang (Antara Jatim) - Volume sampah, khususnya sampah rumah tangga (domestik) di wilayah Kota Malang selama musim Lebaran 2013 diperkirakan naik antara 5 sampai 10 persen dari hari-hari biasa. "Tingkat konsumsi masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran meningkat drastis, apalagi setelah shalat Idul Fitri, sampah bekas alas shalat yang tidak kebagian karpet atau tikar bertebaran dimana-mana," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto di Malang, Selasa. Ia mengatakan setiap musim Lebaran volume sampah meningkat, sehingga petugas atau pasukan kuning tidak diliburkan total. Mereka tetap menjalankan tugasnya seperti biasa, hanya saja dibagi dengan sistem sift. Untuk membersihkan sampah koran setelah shalat Ied, katanya, DKP menyiagakan seluruh petugas kebersihan (pasukan kuning) yang jumlahnya sebanyak 600 orang. Menurut dia setiap tempat shalat Ied, khususnya di kawasan yang padat jamaah, seperti Masjid Jami' Alun-alun Merdeka. Masjid Sabilillah, Stadion Gajayana serta sejumlah tempat lainnya, ditempatkan 6-10 petugas. Wasto mengakui jumlah pasukan kuning sebanyak 600 orang tersebut masih kurang, sehingga ada pasukan kuning yang mengkover beberapa kawasan terdekat. "Ke depan kita upayakan jumlah pasukan kuning ini kita tambah agar seluruh wilayah di daerah ini bisa terkover dan tidak sampai terjadi penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) maupun di rumah warga," ujarnya, menambahkan. Volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang rata-rata mencapai 600 ton setiap hari setelah dipilah di TPS. Dari 600 ton tersebut sekitar 200 ton sudah dipilah dan didaur ulang di Bank Sampah Malang (BSM). Sedangkan 400 ton lainnya masuk ke TPA dan dimanfaatkan gas metannya sebagai bahan baku bahan bakar gas (BBG). Saat ini ada 300 kepala keluarga (KK) di kawasan TPA Supit Urang yang memanfaatkan BBG tersebut untuk kebutuhan rumah tangga (memasak). (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026