Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan penguatan TPST, pengembangan RDF, dan pembenahan TPA dilakukan secara terpadu agar residu sampah yang berakhir di TPA terus berkurang.
"Fokus kami adalah mengurangi sampah yang masuk ke TPA melalui penguatan TPST, pemanfaatan RDF, dan pembenahan TPA secara berkelanjutan," katanya saat meninjau TPST Lamongan dan TPA Tambakrigadung di Lamongan, Jawa Timur, Kamis.
Ia menjelaskan, di TPST Lamongan, pemerintah daerah telah menambah unit RDF dengan kapasitas pengolahan mencapai 20 ton per hari. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif sekaligus mengurangi timbunan sampah.
"Pengelolaan TPST juga diperkuat melalui kerja sama dengan PT Tata Bumi Adilimbah sebagaimana tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pada Maret 2026. Kolaborasi itu menjadi bagian dari pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, di TPA Tambakrigadung, Pemkab Lamongan menerapkan konsep controlled landfill, termasuk penutupan area landfill dengan lapisan tanah secara berkala untuk menjaga kondisi lingkungan dan mengendalikan dampak proses pemrosesan akhir sampah.
Yuhronur menambahkan pengurangan sampah sejak dari sumber melalui pemilahan oleh masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menekan beban TPA secara bertahap.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah di Kabupaten Lamongan mencapai ratusan ton per hari sehingga penguatan kapasitas pengolahan dan pengurangan sampah dari sumber menjadi salah satu fokus pemerintah daerah.
Pemkab Lamongan sebelumnya juga mengoptimalkan operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di sejumlah wilayah dengan total kapasitas pengolahan sekitar 33 ton sampah per hari.
Penguatan TPS3R tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan pengolahan sampah dari sumber sekaligus menekan beban sampah yang masuk ke TPA secara bertahap.
Pewarta: Alimun KhakimEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.