Oleh Munawar Saman Makyanie Kairo (Antara) - Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait ihwal krisis politik di Mesir menjadi perhatian pers di Negeri Piramida itu. Kantor berita Mesir, MENA, Ahad, melaporkan Presiden RI meminta warga negara Indonesia (WNI) di Mesir untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Mesir. Pernyataan Kepala Negara yang dilansir MENA dari kantor berita ANTARA itu dikutip luas media massa setempat. Suratkabar Al Naba mengatakan Presiden SBY juga meminta WNI untuk terus berkoordinasi dengan KBRI dan jangan melibatkan diri dalam konflik yang kian membara. Koran Alyaum Al Sabii menyebutkan SBY mengikuti terus perkembangan di Mesir dan setiap saat mendapatkan laporan dari Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi mengenai situasi terkini di negara itu. Tapi, ada yang menarik ketika dikutip oleh suratkabar Al Arabi dalam edisi online bahwa pernyataan SBY tersebut merupakan tanggapan atas imbauan Syeikh Yusuf Qardhawy, ulama kharismatik Mesir yang bermukim di Qatar. "Menanggapi seruan Qardhawy, Presiden RI meminta WNI agar tidak mencampuri urusan dalam negeri Mesir," begitu judul berita koran berbahasa Arab tersebut. Menurut Al Arabi, pernyataan SBY itu disampaikan sebagai tanggapan atas seruan Syeikh Qardhawy agar WNI dan warga Malaysia berperan dalam urusan dalam negeri Mesir guna membantu saudara mereka, Ikhwanul Muslimin, yang sedang menghadapi ancaman pembunuhan oleh tentara. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026