Surabaya (Antara Jatim) - Sekolah Dasar (SD) Khadijah, Wonokromo, Surabaya telah ditunjuk oleh Kemendikbud menjadi salah satu dari ribuan sekolah "piloting" dalam penerapan Kurikulum 2013 yang akan segera dimulai pada tahun ajaran 2013/2014.
"Awalnya, kami sendiri tidak tahu, tapi ada teman-teman dari sekolah lain yang memberitahu kami dan mereka minta kami untuk 'share' soal kurikulum baru itu, tentu kami bersedia," kata Kepala SD Khadijah Wonokromo Surabaya, Drs Abdullah Sani MPd, di Surabaya, Kamis.
Di sela-sela Pelepasan Siswa Kelas VI SD Khadijah Wonokromo, Surabaya yang dihadiri ratusan siswa kelas I hingga kelas V beserta orang tuanya, ia menjelaskan pihaknya siap menerima penunjukan itu.
"Itu karena kami terbiasa dengan pembelajaran inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, meski kami menggunakan tiga kurikulum yakni kurikulum nasional (Kemendikbud), kurikulum agama (Kemenag), hingga kurikulum Cambridge (berbahasa Inggris)," katanya.
Namun, dirinya selalu memantau para guru agar mengajarkan semua materi pelajaran dengan strategi parodi yang menyenangkan. "Misalnya, hafalan kosakata Bahasa Inggris dilakukan dengan nyanyian, atau hafalan nama-nama nabi dengan dibuat puisi," katanya.
Dalam acara pelepasan itu, ia menganugerahkan penghargaan kepada 10 siswa dengan UN terbaik, lima siswa dengan hafalan juz 30 Al Quran yang terbaik, dan lima siswa dengan terjemahan juz 1 Al Quran yang terbaik.
Siswa dengan UN terbaik, antara lain Hanifah Caraka (28,55), Farid Nubaili (28,55), dan Nurul Mufarrokhah (28,10), sedangkan siswa dengan terjemahan juz 1 Al Quran yang terbaik, antara lain Sayyidatun Nabila, Real Akbar AS, dan Moch Ulwan Fahmi. Untuk siswa dengan hafalan juz 30 Al Quran yang terbaik, antara lain Inayatun Naimah, Anisa Fitri, dan Nisrina T.
"Itu pun dari 80 siswa kelas VI yang dilepas kali ini tercatat 60 persen siswa yang memiliki nilai rata-rata 8,5 ke atas yakni 35 siswa dengan nilai rata-rata 8,5 dan 13 siswa dengan nilai rata-rata 9. Jadi, mereka berpeluang masuk ke sekolah-sekolah favorit, tapi umumnya kembali ke SMP Khadijah," katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengajarkan tradisi juara, apakah juara dalam mata pelajaran UN, mata pelajaran Cambridge, mata pelajaran agama (hafalan dan terjemah Al Quran), atau pelajaran ekstrakurikuler (silat, musik, qiroah, presenter, tari, lukis, futsal, pramuka, dan sebagainya).
"Kami hanya memberi sertifikat penghargaan, tapi kami mengajarkan pentingnya perhatian bahwa setiap anak itu bisa menjadi juara. Untuk kurikulum agama, kami mengajarkan konten dan perilaku, misalnya pembiasaan wudhu, shalat, hormat orang yang lebih tua, dan sebagainya," katanya. (*)
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.