Madiun (Antara Jatim) - Jumlah warga yang terdata dalam daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pilkada Kota Madiun 2013 dipastikan berkurang dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), menyusul proses pemutakhiran yang dilakukan KPU setempat.
Komisioner KPU Kota Madiun Kokok Heru Purnomo, Selasa, mengatakan jumlah daftar pemilih sementara setelah proses pemutakhiran menjadi 142.799 orang, yang terdiri dari 67.628 pemilih laki-laki dan 75.171 pemilih perempuan.
"Jumlah tersebut berkurang sekitar 10.000 orang dari data awal yang masuk DP4 dengan jumlah 152.635 orang," ujar Kokok kepada wartawan.
Menurut dia, berkurangnya jumlah tersebut sesuai dengan hasil proses pencocokan dan penelitian (coklit) DP4 menjadi DPS yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).
Dalam proses coklit ditemukan adanya daftar pemilih ganda, perpindahan tempat tinggal, meninggal dunia, dan perubahan dari warga yang tidak mempunyai hak pilih karena terdaftar sebagai anggota TNI/Polri. Sehingga, jumlahnya berkurang.
Kokok menjelaskan, penetapan DPS tersebut belum final. Hal itu dikarenakan kemungkinan masih adanya masyarakat Kota Madiun yang belum terdaftar dalam DPS.
"Sehingga, sebelum ditetapkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), masih ada masa perbaikan hingga tanggal 8 Juli mendatang," kata dia.
Ia menambahkan, DPS tersebut nantinya akan ditempel di kantor-kantor kelurahan di Kota Madiun. Sehingga, jika ada warga yang merasa memiliki hak pilih namun belum terdaftar, bisa langsung menghubunggi KPU setempat untuk dimasukkan namanya dalam daftar.
"Setelah itu, data tersebut nantinya akan ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) pada 10 Juli mendatang," tambah Kokok Heru.
Pilkada Kota Madiun rencananya dilakukan bersamaan dengan Pilkada Jawa Timur pada 29 Agustus 2013. Adapun, saat ini tahapan pilkada telah sampai ke tahap pencalonan.
Terdapat enam bakal calon pasangan wali kota dan wakil wali kota yang telah mendaftar ke KPU setempat. Mereka adalah, pasangan pejabat kini Bambang Irianto-Sugeng Rismianto (Baris) yang diusung oleh Partai Demokrat, PKB dan PAN. Lalu, pasangan perseorangan Muchid-Karni (Murni) serta pasangan perseorangan lainnya, Achmad Zainudin-Kushendrawan (Awan 19).
Kemudian, pasangan Sutopo-Tri Nuryani (Topcare) yang diusung Partai Hanura, PDS, dan PDP; pasangan Parji-Inda Raya yang diusung PDI Perjuangan dan belasan partai kecil, serta pasangan Arief Purwanto-Hari Suci yang diusung oleh Golkar dan PKS.
Hingga kini, KPU setempat masih melakukan verifikasi persyaratan masing-masing pasangan sebelum akhirnya ditetakan sebagai peserta pilkada.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.