Gresik, (Antara Jatim) - Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami surplus beras sebesar 120 ton dari total hasil panen hingga bulan Mei 2013 yang mencapai sekitar 320 ton. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Agus Djoko Waluyo, Sabtu mengatakan, surplus beras tahun dikarenakan efektifnya penerapan teknologi yang ada. "Surplus kita tahun ini lebih karena efektifnya penerepan teknologi, seperti pemupukan dan pengelolaan lahan oleh petani, dan bukan karena luasnya lahan," katanya. Ia menjelaskan, luas lahan di Kabupaten Gresik dari tahun ke tahun sama, dan tidak mengalami penambahan yakni sekitar 64 ribu hektare, meski demikian surplus tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. "Untuk tahun lalu kita juga mengalami surplus, yakni sekitar 100 ton dari luas lahan 64 ribu hektare, dan tahun ini meningkat menjadi 120 ton," ucapnya. Ia mengatakan, surplus di Kabupaten Gresik juga dikarenakan konsumsi beras masyarakat yang sedikit, yakni hanya sekitar 200 ton setiap tahun, sehingga hasil panen selalu melebihi dari kebutuhan masyarakat. Agus menjelaskan dengan surplus tersebut, membuktikan Gresik merupakan salah satu penyumbang beras terbesar di Jawa Timur. Agus berharap, surplus besar di Kabupaten Gresik dapat membantu target surplus beras Jatim tahun 2014 sebesar 5 juta ton, dan target nasional 10 juta ton. "Mengacu target itu Kabupaten Gresik untuk tahun 2014 akan menargetkan surplus kembali, yakni mencapai 150 ribu ton beras," tuturnya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026